Begini Gambaran Sri Mulyani Tentang Masa Depan RI di 2045

Indonesia, diakui Sri Mulyani, termasuk negara berkembang yang berbeda dengan negara lainnya, seperti Brasil, Meksiko

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 14 Mar 2017, 21:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN 2017 di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (27\10). Pertumbuhan ekonomi, sebagai indikator utama pencapaian, ditetapkan sebesar 5,1 persen untuk tahun depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memaparkan prospek dan potensi Indonesia pada 2045. Negara ini akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-5 di dunia dengan pendapatan per kapita mendekati US$ 30 ribu. Kuncinya, bahu membahu membangun Indonesia bersama-sama.

Indonesia, diakui Sri Mulyani, termasuk negara berkembang yang berbeda dengan negara lainnya, seperti Brasil, Meksiko yang menghadapi persoalan tertentu. Bahkan negara-negara penghasil minyak, yakni Nigeria, Rusia, dan Afrika Selatan.

"Indonesia dianggap emerging market dengan potensi cukup menjanjikan. Karena feedback yang kita terima dari pemegang surat utang Indonesia, mereka sangat senang dengan prospek ekonomi kita dan mereka percaya dengan kebijakan pemerintah," kata dia di Acara Stakeholder Gathering di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa malam (14/3/2017).

Dirinya menyebut, Indonesia sangat berpotensi besar untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-5 di dunia pada 2045. Pada tahun itu pula, sambung Sri Mulyani, penduduk Indonesia akan mencapai lebih dari 300 juta jiwa.

"Jumlah penduduk dengan usia produktifnya 52 persen, kelas menengah 82 persen, dan income per kapita mendekati US$ 30 ribu karena kita akan menjadi negara dengan perekonomian ke-5 terbesar di dunia. Ini adalah perekonomian besar yang sangat potensial," jelas Sri Mulyani.

"Suatu kelas yang sangat tinggi dan mampu untuk menjadi basis pembangunan apapun di negeri ini karena size-nya sangat besar," dia menerangkan.

Untuk mewujudkan potensi ekonomi ini, Sri Mulyani mengaku, kuncinya pemerintah, masyarakat, dan seluruh kalangan bergandeng tangan, bekerja bersama bahu membahu membangun Indonesia menjadi lebih baik.

"Semua itu hanya akan tercapai apabila kita menyiapkan infrastruktur yang berkualitas, manusia yang berpendidikan, kesiapan teknologi dan informasi, kebijakan konektivitas sehingga Indonesia menjadi negara yang tak terpisahkan, kelembagaan pemerintahan punya tata kelola baik, dan sumber daya yang dikelola secara suistanable (berkelanjutan). Inilah masa depan Indonesia," kata dia.

"Dengan upaya tersebut, Indonesia tidak hanya mencapai apa yang diproyeksikan sekarang, tapi bisa menjadi pemain besar di kawasan Asia, bahkan dunia," harap Sri Mulyani.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya