Harapan Pedagang Pasar untuk Pemenang Pilkada DKI Jakarta

Pedagang pasar berharap Pilkada mampu melahirkan pemimpin baru di daerah, termasuk Jakarta yang bisa menstabilkan harga pangan

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 15 Feb 2017, 18:23 WIB
Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta pemimpin baru di daerah usai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), termasuk Jakarta dapat menstabilkan harga pangan. Perekonomian di Ibukota harus kembali menggeliat sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

"Siapapun pemimpinnya, terutama di Jakarta harus bisa menstabilkan harga pangan. Lihat saja harga gonjang ganjing kayak begini sampai cabai harganya Rp 150 ribu per Kilogram (Kg)," ucap Wakil Ketua Umum DPP APPSI, Ngadiran saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Dia pun meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru nantinya dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Caranya melalui penyerapan anggaran dan tenaga kerja yang optimal. Dengan demikian, sambungnya, dana berputar sehingga ekonomi daerah menggeliat.

"Ekonomi Jakarta sekarang carut marut. Makanya harus ada kebijakan baru untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kalau harga pangan stabil, daya beli naik, nasib pedagang otomatis juga meningkat karena orang pada belanja ke pasar. Kalau banyak pengangguran, siapa yang belanja," terang Ngadiran.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri berharap pemimpin Jakarta harus mampu menjadikan pasar tradisional dan pedagangnya sebagai aset yang harus dilindungi dan dipertahankan. "Pemimpin baru di Jakarta dan daerah lain perlu melibatkan pedagang dalam stabilitas harga pangan," pintanya.  

Harapan lain, kata Mansuri, Gubernur maupun Wakil Gubernur perlu melibatkan peran serta pedagang dalam pengelolaan dan keberlangsungan pasar tradisional, menata tanpa mengusir dan membangun tanpa menggusur. "Memperkuat permodalan pedagang dan menghindari pedagang dari rentenir, serta melakukan gerakan bersama ayo belanja ke pasar tradisional," ucap dia. (Fik/Zul)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya