Menhub Budi Karya Minta Maaf atas Tragedi KM Zahro Expres

Menhub mengakui ada faktor kelalaian dalam tragedi yang menewaskan 23 penumpang tersebut.

oleh Oscar Ferri diperbarui 02 Jan 2017, 14:51 WIB
Petugas kepolisian bersama Tim SAR gabungan mengevakuasi kantong jenazah berisi penumpang kapal Zahro Express yang terbakar, di Pelabuhan Muara Angke, Minggu (1/1). Kapal penumpang tersebut terlihat dalam kondisi gosong. (REUTERS/Darren Whiteside)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta maaf kepada keluarga korban terkait kebakaran KM Zahro Expres di perairan Kepulauan Seribu, Minggu kemarin.

"Kami sampaikan maaf karena kejadian itu adalah satu kelalaian," ujar Budi di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/1/2017).

Hal ini disampaikan Budi saat menyambangi RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia bersama Plt Gubernur DKI‎ Sumarsono datang untuk menjenguk keluarga korban tewas Kapal Motor Zahro Expres.

Budi mengatakan pihaknya tengah mengklarifikasi jumlah korban yang meninggal. Keluarga korban tewas akan diberikan santunan oleh Jasa Raharja. Santunan juga diberikan bagi korban yang selamat.

"Bagi dua orang (korban tewas yang sudah dibawa pulang keluarga), Jackson dan Elia, sudah bisa langsung berhubungan dengan Jasa Raharja. Bagi mereka yang masih sakit juga Jasa Raharja dan DKI memberikan santunan," ucap Budi.

Selain itu, Budi juga mengucapkan belasungkawa bagi keluarga korban yang ditinggalkan. "Kami sekali lagi menyampaikan duka cita yang mendalam," kata Budi.

Kapal Zahro Expres terbakar Minggu pagi, 1 Januari 2017, di perairan Kepulauan Seribu. Saat itu kapal mengangkut 150 orang dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung. Namun, setelah berlayar 1 mil, kapal terbakar. Bangkai kapal kini telah dievakuasi ke Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya