Ketukan Seram dari dalam Kamar Jenazah, Mayat Hidup?

Seorang pria yang dinyatakan meninggal setelah ditabrak mobil, tiba-tiba hidup kembali. Pria tersebut mengetuk lemari es kamar jenazah.

oleh Sulung Lahitani diperbarui 13 Des 2016, 20:00 WIB
Seorang pria yang dinyatakan meninggal setelah ditabrak mobil, tiba-tiba hidup kembali. Pria tersebut mengetuk lemari es kamar jenazah.

Liputan6.com, Dublin - Seorang pria yang dinyatakan meninggal setelah ditabrak mobil, tiba-tiba hidup kembali. Pria tersebut mengetuk lemari es kamar jenazah dan membuat kaget staf di rumah sakit tersebut.

Msizi Mkhize (28) sedang berjalan pulang dengan seorang teman ketika ia dipukul oleh orang tak dikenal di dekat kota Durban. Ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Mayatnya pun ditempatkan di lemari es kamar mayat sebuah rumah sakit di Phoenix.

Dua hari setelah ditempatkan di lemari es itulah, Mkhize diduga hidup kembali. Ia mengetuk lemari es di kamar jenazah dan membuat kaget staf yang berjaga.

Keluarga pria itu segera dipanggil, sementara Mkhize segera diberikan pertolongan. Saat keluarganya tiba, Mkhize bersiap diangkut ke Rumah Sakit Mahatma Gandhi untuk disadarkan dengan sentruman kecil di jantungnya.

Sebab, meski Mkhize bangkit kembali dari kematian, detak jantungnya sangat lemah. Ia menderita hipotermia setelah dua hari terkurung di dalam lemari es itu.

Perawat dan dokter di Rumah Sakit Mahatma Gandhi melakukan berbagai cara. Tragis, lima jam kemudian, Mkhize dinyatakan meninggal (lagi). Keluarganya yang mengetahui hal tersebut, marah dan menuntut jawaban.

"Saya tak punya kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang saya rasakan. Bayangkan, anak saya menghabiskan dua malam di dalam lemari es karena kesalahan mereka!" tutur sang ayah berapi-api, seperti dilansir dari The Sun, Selasa (13/12/2016).

Ia menceritakan kesedihannya bagaimana ia diberitahu bahwa anaknya masih hidup, namun beberapa jam kemudian dinyatakan meninggal. Tuntutan pun berkembang ke rumah sakit tempat Mkhize pertama kali dinyatakan tewas.

Menurut Dr Rishigen Viranna, ada konsep dalam pengobatan darurat yang disebut sebagai 'Golden Hour.' Saat itu, menurut ia, merupakan kesempatan terbaik untuk menerima perawatan medis setelah trauma pasien. Golden Hour biasanya terjadi pada satu jam pertama.

"Ini tidak terjadi dalam kasus pria itu. Namun, penyebab sebenarnya kematian akan ditentukan setelah post-mortem telah selesai," ujar Viranna.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya