Air Mata Haru, Saat Ibu Donorkan Ginjal untuk Selamatkan Anaknya

Foto seorang ibu yang meneteskan air mata saat dibius ini membuat publik haru. Ia berusaha mendonorkan ginjalnya untuk sang anak.

oleh Sulung Lahitani diperbarui 13 Des 2016, 12:00 WIB
Foto seorang ibu yang meneteskan air mata saat dibius ini membuat publik haru. Ia berusaha mendonorkan ginjalnya untuk sang anak.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang ibu akan melakukan apa pun demi kebahagiaan anaknya, meski hal itu membahayakan nyawanya sendiri.

Bahkan, sajak Tiongkok pun menyatakan hal tersebut dalam baris kalimat berikut: Hanya ibu yang terbaik di dunia. Anak yang memiliki seorang ibu seperti memiliki harta karun.

Kisah haru ibu dan anak berikut pun mungkin menjadi salah satu bukti, betapa besarnya kasih sayang orangtua pada anaknya. Semua bermula dari foto seorang ibu yang meneteskan air mata di meja operasi. Apa kisah di balik foto tersebut?

Chen Tan, seorang mahasiswa, didiagnosis dengan uremia empat tahun lalu. Untuk menyelamatkan anaknya, sang ibu pergi ke Hefei, ibu kota provinsi Anhui, pada November lalu untuk menjalani operasi.

Sang ibu, Yao Yanzhi, menghemat pengeluaran dengan baik untuk membantu biaya rumah sakit si anak. Ia bahkan menginap di losmen murah agar tidak mengeluarkan banyak uang sebelum prosedur operasi dilakukan.

"Aku sudah menunggu hari ini begitu lama. Tak peduli apa hasilnya, ini adalah satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan anak saya," kata Yao Jianghuai, seperti dilansir dari CCTVNews, Selasa (13/12/2016).

Setelah satu bulan tes, Yao dan anaknya dibawa ke ruang operasi pada Kamis lalu. Prosedur transplantasi ginjal dari sang ibu pada sang anak pun dilakukan selama sembilan jam.

-
 

Saat di meja operasi itulah, di bawah pengaruh obat bius, Yao meneteskan air matanya. Meski tidak dijelaskan, dari foto yang viral di media sosial, semua orang bisa menduga apa yang ditangisi oleh sang ibu.

"Naluri seorang ibu adalah menyelamatkan anaknya," tulis seorang pengguna Weibo, jejaring sosial China.

Foto Yao yang menitikkan air mata itu menyentuh hati warganet. Doa untuk kesembuhan sang ibu dan anaknya pun disampaikan oleh warganet.

Menurut Dr Pan Zhengguo, salah satu ahli bedah yang melakukan transplantasi, operasi itu berjalan lancar dan mulus. Sang ibu bisa keluar dari rumah sakit dua minggu setelah operasi, sementara anaknya bisa meninggalkan rumah sakit sekitar tiga bulan kemudian.

Semoga mereka pulih dan bisa berkumpul kembali, ya.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya