Resign, Ini Pesan Howard Schultz buat Bos Baru Starbucks

Johnson memahami bahwa banyak orang akan membandingkan dia dengan Schultz.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 04 Des 2016, 16:30 WIB
Foto: Knight News

Liputan6.com, New York - - Kevin Johnson akan memegang kendali pucuk kepemimpinan Starbucks dari Howard Schultz. Johnson akan menduduki posisi CEO yang selama ini ada di tangan Schultz.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Schultz cukup yakin bahwa Johnson memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan yang ia berikan, menjadi pemimpin yang visioner dan mampu membangun bisnis sebuah mereka yang ikonik.

Schultz mengatakan bahwa keputusannya untuk memilih Johnson cukup tepat. Starbucks akan dibawa ke level kesuksesan berikutnya.

"Sudah jelas terbukti kemampuan Kevin selama ini" kata Schultz, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (4/12/2016). " Ia jauh lebih siap untuk mengelola perusahaan saat ini dibandingkan dengan saya," tutur Schultz.

Johnson memang bukan orang baru di perusahaan kopi tersebut. Sebelumnya ia adalah Chief Operating Officer (COO).

Johnson telah membawa Starbucks satu langkah ke depan dibanding dengan Schultz dengan menyematkan aplikasi berbayar secara non tunai. Hal tersebut meningkatkan pengalaman dari pelanggan.

Memang, untuk soal teknologi, Johnson bukan orang baru. Sebelum bergabung dengan Starbucks, ia bekerja sama dengan Steve Ballmer yang merupakan CEO Microsoft.

Johnson sepertinya memahami bahwa banyak orang akan membandingkan dia dengan Schultz ke depannya. Oleh sebab itu, sejak awal ia sudah mengungkapkan bahwa ia bukan Howard. Oleh karena itu akan ada pembaharuan-pembaharuan di Starbucks ke depannya.

Dalam rencananya, ia akan tetap mengembangkan Starbucks menjadi perusahaan global yang memberikan pelanggan pengalaman-pengalaman yang baru baik dari sisi produk maupun layanan.

Foto: Dailymail.co.uk

Pekerjaan rumah utama dari Johnson ke depan adalah mengembangkan bisnis yang telah disiapkan sebelumnya yaitu Starbucks Reserve Roastery dan Tasting Room.

Di sini, penikmat kopi dapat menyaksikan langsung perjalanan kopi dari biji mentah hingga secangkir minuman.

Setelah dibuka di Seattle pada tahun 2014, Starbucks akan mengembangkan gerai dengan konsep yang sama sebanyak enam lokasi lainnya hingga akhir 2019 nanti. (Amd/Gdn)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya