Sri Mulyani Sedih Mantan Menkeu Mar'ie Muhammad Terbaring Sakit

Sri Mulyani menilai, sosok Mar'ie Muhammad sebagai Menkeu yang sangat berkomitmen terhadap perbaikan sistem ekonomi di era Soeharto.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 21 Nov 2016, 15:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sedih melihat kondisi Mar'ie Muhammad yang tergolek lemah di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang. Mar'ie Muhammad adalah Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Orde Baru dan dijuluki Mr. Clean.

Sri Mulyani mengaku sudah menjenguk Mar'ie di rumah sakit. Pria yang kini berusia 77 tahun ini masih mampu saat diajak berkomunikasi meskipun hanya dapat mendengar.

"Sudah (jenguk). Beliau cukup sadar untuk berkomunikasi dengan saya. Bisa mendengar saya ajak ngomong, tapi tidak bisa ngobrol. Sedih," ujar Sri Mulyani saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (21/11/2016).

Sri Mulyani menilai, sosok Mar'ie Muhammad sebagai Menkeu yang sangat berkomitmen terhadap perbaikan sistem ekonomi di era pemerintahan Soeharto yang sangat berbeda dibanding saat ini. Sri menilai, sosok Mar'ie dikenal memiliki komitmen memperbaiki Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Sewaktu beliau menjadi staf, tim khusus yang membantu saya di Kementerian Keuangan, banyak sekali diskusi soal DJP, apa yang perlu diperhatikan dan diperbaiki. Komitmen yang luar biasa dan beliau tahu betul apa yang ada di DJP," jelas dia.

Sri Mulyani berharap Mar'ie lekas sembuh dari sakitnya. "Saya harap beliau bisa membaik supaya kembali sehat," Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mendoakan kesembuhan Mar'ie Muhammad.

Mar'ie Muhammad lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 April 1939. Sosoknya diingat sebagai Mr Clean lantaran perjuangannya memberantas korupsi di era Orde Baru.

Laman Kementerian Keuangan menyebut, Mar'ie diangkat Soeharto menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Pembangunan VI pada 17 Maret 1993.

Tindakan nyata yang dilakukan adalah menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas yang dinilai terlalu besar.

Kebijakan menonjolnya selama menjadi Menteri Keuangan adalah upaya mengatasi kredit macet dengan empat jurus penyehatan bank.

Keempat jurus itu adalah meningkatkan kolektibilitas kredit yang telah disalurkan, pemberian kredit harus benar-benar berdasarkan kaidah perbankan yang sehat, setiap kredit yang diberikan harus benar-benar diawasi penggunaannya tanpa mencampuri masalah intern penerima kredit, dan menurunkan biaya overhead.

Setelah tak lagi menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan, Mar'ie menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia 1999-2009, lalu Ketua Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI), kemudian Ketua Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya