Video Cucu Donald Trump Berbahasa Mandarin Hebohkan China

Arabella yang berusia lima tahun mampu berbicara dalam bahasa Mandarin. Tak ada

oleh Khairisa Ferida diperbarui 15 Nov 2016, 19:19 WIB

Liputan6.com, Beijing - Usia bocah perempuan itu baru lima tahun. Namun ia mungkin saja dapat merekatkan hubungan diplomatik Amerika Serikat (AS) dengan China.

Sosok itu adalah Arabella Kushner, cucu Donald Trump. Dalam dua video yang diunggah sang ibu ke media sosial Instagram, Arabella terlihat lancar berbicara bahasa Mandarin.

Sebenarnya ini bukanlah video yang baru diunggah Ivanka. Namun kemenangan Trump dalam pilpres AS lantas membuat rekaman ini menyebar secara luas di China, memicu berbagai komentar.

Sebagian pihak menafsirkan, kelancaran Arabella berbahasa Mandarin sebagai pertanda afinitas tersembunyi Trump dengan Tiongkok. Tak sedikit yang menyukai video tersebut.

"Aku sangat tidak menyukai Trump tapi anak-anaknya dan cucunya cukup manis," ujar pemilik akun @cloudwhale di media sosial Weibo seperti dikutip dari Cnbc.com, Selasa (15/11/2016).

"Kegilaan dan ketidakmampuan Trump adalah tipuan," tulis pemilik akun @Ananqiumao seperti dikutip dari CNN.

"Lihatlah keluarganya, mereka saling bersikap manis kepada satu sama lain. Itu hasil dari pendidikan. Trump adalah seorang yang berprestasi. Kelihatannya dia akan lebih bersahabat dengan China," tulis pemilik akun @caiairenweimian.

Arabella adalah anak sulung dari Ivanka Trump dan Jared Kushner. Kepada majalah South China Post, Ivanka pernah mengatakan bahwa putrinya belajar bahasa Mandarin dari pengasuhnya yang merupakan keturunan China.

Ternyata tak hanya sang anak, namun Ivanka sendiri juga mempelajari bahasa Mandarin. Ia mengaku hafal sejumlah nama binatang.

Kendati demikian bagi beberapa pihak, kemampuan yang dimiliki Arabella ini tidak ada kaitannya dengan Trump.

"Keterampilan bahasa gadis kecil ini adalah hasil pendidikan Ivanka, tidak ada kaitannya dengan Trump. Mereka yang berfantasi dengan keramahan Trump ke China membuat saya menghela napas. Tentu saja, sikap aslinya masih harus dilihat," ujar pemilik akun @Jason_ZFQ.

Semasa berkampanye, Trump beberapa kali "menyerang" Tiongkok. Ia menyebut negara itu sebagai pencuri lapangan kerja dan manipulator keuangan.

Namun pasca-pilpres AS, Presiden China, Xi Jinping dilaporkan telah menelepon presiden terpilih AS itu. Dalam perbincangan keduanya Xi menegaskan, kerja sama merupakan satu-satunya pilihan tepat bagi China dan AS.

Sementara itu, corong Partai Komunis China, The Global Times, memuat dalam editorialnya bahwa Trump mengundang perang dagang jika ia menjalankan rencana "naif", yakni memberlakukan taris 45 persen atas barang-barang China.

"China akan mengambil pendekatan tit-for-tat," tulis The Global Times.

Simak video Arabella tengah berbahasa Mandarin berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya