Aset Orang Kaya di Asia Naik Jadi US$ 14,5 Triliun di 2020

Di Asia-Pasifik, India masuk di antara lima negara dengan jumlah penduduk kaya tertinggi.

oleh Dhita Koesno diperbarui 14 Nov 2016, 23:11 WIB

Liputan6.com, Mumbai - - Aset yang dimiliki oleh orang kaya atau Assets of High Net Worth Individuals (HNWI) di Asia diperkirakan akan meningkat 2,6 kali menjadi US$ 14,5 triliun pada 2020, demikian laporan dari Julius Baer Wealth.

Seperti dikutip dari business-standard, Selasa (14/11/2016), yang dimaksud orang kaya dalam laporan ini adalah mereka yang memiliki harta atau kekayaan bersih sebesar $1 juta atau lebih, tapi tidak termasuk properti utama mereka. Kelompok perbankan swasta Swiss mengharapkan aset HNWI di China dan India masing-masing menyentuh $8,25 triliun dan $2,3 triliun dalam empat tahun ke depan.

Di India, mereka percaya kenaikan belanja rata-rata per kapita, dan langkah-langkah pemerintah untuk mendorong pendapatan pedesaan akan mendorong konsumsi domestik.

"Dengan tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (tahunan) sekitar 7,5 persen dan prospek masa depan yang kuat, cerita pertumbuhan di India membuat pasar semakin menarik dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Di Asia-Pasifik, India masuk di antara lima negara teratas dalam HNWI, dengan profil demografis yang unik. Hal ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam hal manajemen kekayaan dan penasehat," kata Atul Singh, kepala eksekutif di Julius Baer Wealth Advisors India.

Laporan tersebut mensurvei dengan menganalisis 11 kota teratas di Asia. Shanghai, Singapura dan Hong Kong merupakan kota yang paling mahal di Asia, dan Mumbai adalah yang termahal. 

"Kami berharap pertumbuhan moderat yang mewah serta barang dan jasa dengan kualitas terbaik di India, yang mendorong pasar dalam negeri. Meskipun pertumbuhan meningkat di HNWI, penelitian menunjukkan bahwa konsumen kaya di India cenderung menghindar untuk tampil mewah meskipun mereka kaya," kata Singh. (Dhita/Gdn)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya