Ini Cara Membedakan Software Asli dan Palsu

Meski tidak bisa dipastikan aman 100 persen, penggunaan software asli dinilai jauh lebih baik dibandingkan produk palsu atau bajakan.

oleh Andina Librianty diperbarui 01 Okt 2016, 13:32 WIB
Ilustrasi software (alten.com)

Liputan6.com, Jakarta - Meski tidak bisa dipastikan aman 100 persen, penggunaan software asli dinilai jauh lebih baik dibandingkan produk palsu atau bajakan. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui apakah yang mereka gunakan itu software asli atau palsu.

Microsoft sebagai salah satu raksasa software merupakan perusahan yang produk-produknya cukup banyak dibajak. Bahkan tak jarang, kita bisa menemui software bajakan dengan mudah, dan menggunakannya tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Namun akibatnya, keamanan data-data penting dan bersifat pribadi yang ada di dalam perangkat terpasang software palsu, menjadi taruhannya.

Tak menutup kemungkinan, hacker mencuri data tersebut atau bahkan meminta uang tebusan agar kita bisa kembali mengaksesnya.

Nah, agar tak menjadi korban software palsu atau dikenal dengan istilah counterfeid software, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa kalian lakukan.

Menurut keterangan Microsoft, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melihat apakah perangkat tersebut dilengkapi oleh stiker resmi distributor atau tidak.

Lalu, untuk mengidentifikasi keaslian Windows pada perangkat PC atau tablet, pastikan produk tersebut memiliki Genuine Microsoft Label (GML). Label hologram asli dapat berubah warna pada saat posisinya dimiringkan.

Kemudian, apabila kalian ingin membeli perangkat lunak Microsoft sebagai unduhan digital, hindarilah website lelang dan berbagi file Peer-to-Peer (P2P).

Lebih lengkapnya, pengguna Windows bisa mengetahui cara mengidentifikasi keaslian software lainnya di website resmi Microsoft.

(Din/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya