'Ramalan' Mantan PM Inggris: Kekacauan Bisa Melanda AS Jika...

Menurut Blair, jika AS menjauhkan diri dari pergaulan global maka yang terjadi seperti permainan sepak bola tanpa wasit. Kacau.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 21 Sep 2016, 12:18 WIB
Tony Blair bercerita mengenai pengalamannya selama dua periode menjadi Perdana Menteri di Inggris kepada Jokowi (Abnxcess.com)

Liputan6.com, London - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia menyatakan kekacauan sangat mungkin terjadi di Amerika Serikat.

Menurut dia, hal tersebut akan terjadi jika dalam pemilu 8 November nanti warga AS memilih presiden yang suka mengisolasi diri dari pergaulan global.

Blair memang tidak secara detail menyinggung siapa calon Presiden AS yang cenderung akan mengisolasi Negeri Paman Sam. Namun, diduga kuat kritiknya ini ditujukan pada Capres Partai Republik Donald Trump.

Sebaliknya, Blair melayangkan pujian pada lawan Trump, Hillary Clinton. Ia menyatakan capres dari Partai Demokrat ini adalah diplomat andal yang mengerti nilai-nilai demokrasi.

"Daripada saya berujar soal Trump, lebih baik saya berbicara soal Hillary. Ia dalam pandangan saya adalah sosok yang bisa dipercaya sepenuhnya," papar Blair, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/9/2016).

"Jika kalian berlari dari apa yang terjadi dalam dunia saat ini dan mengacuhkan nilai-nilai yang hakiki, maka tujuan suatu negara itu gagal," kata dia.

Blair menganalogikan, jika AS menjauhkan diri dari pergaulan global, maka yang terjadi seperti permainan sepak bola tanpa wasit.

"Kalian bayangkan di tengah pertandingan bola seorang wasit tiba-tiba keluar lapangan, masuk di ruang ganti. Awalnya pasti penonton berpikir, kenapa ia pergi. Setelah itu yang terjadi adalah kekacauan," tutur Blair.

Blair mengatakan, berdasarkan pengalamannya, memang awalnya setiap pemimpin memfokuskan diri terhadap masalah domestik. Namun, setelah beberapa bulan berjalan, persoalan luar negeri tak boleh diacuhkan.

Menjelang Pilpres AS, Trump tengah mendapat sorotan tajam dari internal partainya.

Pasalnya, jika terpilih jadi presiden, Trump memberikan sinyal akan menyampingkan kebijakan internasional.

Mantan Presiden AS George HW Bush kabarnya bahkan akan berpaling dari Trump, meski ia adalah Republican. Ia akan memilih Hillary Clinton dalam pemilu November mendatang.

Kabar mengejutkan tersebut datang dari anggota salah satu dinasti politik paling terkenal di AS: Kennedy.

Pada Senin, 19 September 2016, Townsend mengunggah foto di laman Facebooknya, yang mengabadikan momentum saat ia berjabat tangan dengan mantan presiden itu."Presiden (Bush senior) mengatakan padaku, ia akan memilih Hillary!!," tulis dia, seperti dikutip dari situs Politico, Selasa (20/9/2016).

Dalam wawancara telepon, Townsend mengatakan, ia bertemu dengan Bush senior di Maine -di mana sang pemimpin Dinasti Bush itu mengatakan bahwa ia akan memilih calon Demokrat. "Itu yang ia katakan," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya