ITB Bantu Produksi 8 Ribu Mobil Listrik Angkut Roda Tiga

Selain mobil roda tiga, tim mobil listrik ITB juga telah menciptakan purwarupa untuk angkutan massal dan pribadi.

oleh Arya Prakasa diperbarui 22 Agu 2016, 18:01 WIB
Selain mobil roda tiga, tim mobil listrik ITB juga telah menciptakan purwarupa untuk angkutan massal dan pribadi. (Liputan6.com/Aditya Prakasa)

Liputan6.com, Bandung - Sejak dirintis pada 2013, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menciptakan kendaraan ramah lingkungan berwujud mobil listrik. Tim mobil listrik ITB telah menciptakan kendaraan angkutan massal, mobil pribadi, dan kendaraan roda tiga.

Asisten Peneliti Tim Mobil Listrik ITB, Umar Sholahudin mengatakan, pembuatan purwarupa kendaraan ramah lingkungan itu berkat kerja sama keilmuan yang melibatkan Kelompok Keilmuan (KK) dari berbagai fakultas. Menurut dia, tim tersebut telah memiliki cetak biru' untuk 20 tahun ke depan soal kendaraan ramah lingkungan.

"Ada puluhan tim dan belasan profesor, jadi antar-disiplin ilmu dan ahli berkolaborasi membuat konsep ini. Untuk 20 tahun ke depan blue print, targetnya kita bisa ciptakan 10 ribu mobil listrik," kata Umar kepada Liputan6.com di Kampus ITB, Kota Bandung, Jabar, Senin (22/8/2016).

Mobil listrik yang telah diciptakan, seperti Angkutan Umum dan Angkutan Pedesaan bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam. Umar berharap, mobil masa depan itu bisa diproduksi secara massal dan digunakan di Kota Bandung.

"Kalau bisa, Kota Bandung jadi yang pertama di Indonesia menggunakan mobil listrik ini," ucap Umar.

Namun, kata dia, pengembangan teknologi mobil listrik mengalami hambatan. Sebab pendanaan oleh pemerintah untuk proyek tersebut dihentikan sementara.

Umar mengatakan, komponen mobil listrik ciptaan Tim Mobil Listrik ITB belum seluruhnya buatan sendiri. Pihaknya saat ini berupaya agar menciptakan sendiri, tapi terhambat karena minimnya dana.

Mobil listrik angkut roda tiga buatan ITB itu dipesan oleh PT Pos Indonesia. (Liputan6.com/Aditya Prakasa)


"Dana dari pemerintah untuk saat ini dihentikan untuk pengembangan mobil listrik. Jadi sekarang kita masih melakukan lobi kepada pemerintah," ungkap Umar.

Pembuatan kendaraan ramah lingkungan itu, kata dia, bukanlah hal baru. Apalagi saat ini, dunia sedang menghitung mundur menuju habisnya bahan bakar fosil sekitar 2040 mendatang.

Meski begitu, lanjut Umar, pihaknya menyiapkan alternatif kegiatan agar riset tentang mobil listrik itu tidak sia-sia. ITB, kata Umar, telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia yang meminta dibuatkan kendaraan angkutan barang roda tiga berbahan bakar listrik. Dia mengatakan, kendaraan tersebut dinamakan Electric Recycle.

"Rencana yang paling dekat kita kerja sama dengan PT Pos menciptakan Electric Recycle kendaraan pengangkut barang menggantikan motor. Rencananya sih membuat sekitar 8 ribu," ucap Umar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya