Mark Zuckerberg Menyesal Beli Oculus?

Zuckerberg tak menampik jumlah uang yang digelontorkan untuk Oculus terbilang besar, tapi ia pastikan hal itu perlu dilakukan

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 19 Agu 2016, 12:45 WIB
Senyum pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat akan memberikan sambutan pada ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (22/2). (REUTERS/Albert Gea)

Liputan6.com, California - Seperti diketahui, Oculus saat ini telah menjadi milik Facebook sejak 2014. Raksasa jejaring sosial itu merogoh kocek hingga US$ 2 miliar atau sekitar Rp 23 triliun untuk membeli perusahaan pembesut perangkat virtual reality (VR) itu.

Namun, dalam sebuah wawancara terbaru dengan Sam Altman, presiden dari Y Combinator, MarkZuckerberg tak menampik jumlah uang tersebut cukup besar. Pun demikian, CEO Facebook itu menyebut bahwa perubahan besar semacam itu tetap dibutuhkan.

"Kami membeli tim Oculus dengan (jumlah) uang yang sangat banyak," ujarnya, seperti dikutip dari laman Business Insider, Jumat (19/8/2016).

Karenanya, apabila Facebook memiliki tim yang lebih ahli dengan persoalan tersebut, besar kemungkinan langkah itu (pembelian Oculus) tak perlu dilakukan.

Namun, pria yang baru dikaruniai seorang putri itu menyadari bahwa virtual reality merupakan teknologi yang bernilai dan tepat untuk berinvestasi.

Untuk itu, membeli perusahaan yang sudah ahli, ketimbang mengembangkannya sendiri menjadi cara yang paling tepat.

"Sejauh ini, tim Oculus merupakan tim paling bertalenta yang bekerja di bidang (VR) tersebut. Jadi, masuk akal untuk melalukan perubahan besar semacam itu," tuturnya. 

Zuckerberg sendiri menegaskan tak menyesal membeli Oculus, tapi mengakui langkah membeli perusahaan itu merupakan solusi mahal bagi Facebook yang mulai terjun ke pengembangan teknologi virtual reality.

Nyatanya, kerja sama kedua perusahaan itu sudah membuahkan hasil. Perangkat virtual reality perdana Facebook, Oculus Rift, sudah mulai dikirimkan ke konsumen di lebih dari 20 negara pada Maret 2016.

Peluncuran Oculus Rift dipandang sebagai awal dari era virtual reality. Bahkan, Digi-Capital memprediksi di tahun 2020 mendatang, nilai pasar perangkat VR bakal mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 400 triliun.

Oculus menyebutkan, setidaknya ada 30 gim yang tersedia di Oculus Store, termasuk di dalamnya gim petualangan Chronos hingga simulasi perang luar angkasa Eve: Valkyrie. Selain itu, sebuah video game platform  VR Lucky's Tale juga dipaket dengan Oculus Rift. 

(Dam/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya