Trafik Internet Melonjak 152 Persen Saat Sahur

Lonjakan data terbesar terjadi ketika waktu sahur tepatnya pada pukul 4.00 dini hari, dengan lonjakan trafik 152 persen.

oleh Dewi Widya Ningrum diperbarui 24 Jun 2016, 16:17 WIB
Internet (asriran.com)

Liputan6.com, Jakarta - Trafik internet di Indonesia meningkat tajam selama bulan Ramadan. Hal ini karena mayoritas umat muslim di Indonesia sangat aktif secara digital.

Hasil riset NetApp bertajuk "Data during Ramadan" mengungkap lonjakan data terbesar terjadi ketika waktu sahur tepatnya pada pukul 04.00 dinihari dengan lonjakan trafik 152 persen. 

Usai sahur, masyarakat Indonesia umumnya menggunakan waktu ini untuk melakukan browsing, terutama untuk belanja online. Mayoritas kegiatan digital tersebut dilakukan lewat perangkat mobile.

Sementara, data dari Facebook menyebutkan terjadi peningkatan penggunaan mobile internet selama Ramadan hingga 71 persen. 

Lonjakan trafik ini diprediksi terjadi di jaringan Telkomsel. Operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini memperkirakan layanan SMS naik sebesar 5-15 persen atau mencapai 930 juta SMS.

Adapun, layanan data akan meningkat 15-25 persen atau mencapai 2.700 TeraByte (TB).

Operator lainnya, Indosat Ooredoo juga memprediksi layanan data mengalami kenaikan 80 persen, sedangkan layanan SMS akan naik 12 persen.

Dari sisi transportasi, pada 2015 terdapat 180.000 penumpang kereta antarkota di mana 70 persen dari penumpang antarkota membeli tiket secara online.

"Dengan lonjakan data yang muncul di beberapa industri, para pelaku bisnis perlu mengantisipasi fenomena tersebut dengan mengimplementasi teknologi terbaik yang memungkinkan akses data di mana pun dan kapan pun," kata Ana Sopia, Country Manager NetApp Indonesia dalam emailnya, Jumat (24/6/2016).

Ana menambahkan, layanan cloud memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pelaku bisnis dalam mengatasi peningkatan data pada layanan mereka yang terjadi secara musiman.

NetApp telah bekerja bersama perusahaan-perusahaan global seperti Orange Business Services yang menyediakan layanan telekomunikasi.

Mereka mengimplementasi arsitektur cloud yang menghasilkan penurunan waktu yang dibutuhkan untuk mengakses data dari beberapa jam ke beberapa detik.

NetApp telah memprediksi munculnya fenomena seperti ini jauh-jauh hari dengan inovasi yang disebut visi Data Fabric. Di Indonesia, NetApp bermitra dengan beberapa provider seperti Lintasarta dalam mengimplementasi visi Data Fabric.

(Dew/Cas)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya