Liga Premier Kian Dikuasai Investor Asing

Rampungnya proses takeover Birmingham City membuat setengah dari 20 klub yang berlaga di kompetisi Liga Premier Inggris dimiliki para investor asing.

oleh Liputan6 diperbarui 07 Okt 2009, 08:46 WIB
Carson Yeung Ka Sing, Chairman of Grandtop International Holdings Limited, di sesi konferensi pers takeover Birmingham City di Hong Kong, 29 September 2009. AFP PHOTO/ Antony DICKSON
Liputan6.com, London: Berselang beberapa jam dari konfirmasi perpindaham saham klub Portsmouth dari tangan taipan Abu Dhabi, Sulaiman Al Fahim ke pebisnis asal Saudi Arabia, Ali Al Faraj (Baca: Lagi, Portsmouth Berganti Pemilik), Selasa, (6/10) kemarin, Grandtop International Holdings, perusahaan investasi yang berbasis di Hongkong dan dikendalikan taipan Carson Yeung Ka Sing, memberi konfirmasi telah mengambil 90 persen saham Birmingham City (Baca: Yeung Resmi Akuisisi Birmingham).

Alhasil, The Blues julukan, Birmingham, menjadi klub kesepuluh yang kepemilikannya dipegang investor asing alias non-Inggris. Selain Pompey, julukan Portsmouth, delapan klub lainnya yang dimiliki taipan asing adalah Aston Villa, Chelsea, Fulham, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Sunderland, dan West Ham United.

Tren kian diminatinya klub-klub premiership oleh investor asing diklaim juru bicara Premier League sebagai bukti bahwa kompetisi sepakbola tertinggi di ranah Negeri Ratu Elizabeth itu kian mampu memikat publik di seluruh dunia.

“The Barclays Premier League menarik minat pecinta sepakbola di dunia secara signifikan, dan bagian dari ketertarikan itu adalah adanya investasi dari luar negeri. Semua investor di klub-klub Liga Premier, terlepas dari manapun mereka berasal, menilai langkah mereka adalah cara meraih kesuksesan (keuntungan). Aturan yang kami terapkan ditujukan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan aturan Liga Premier, bukan mengecek paspor mereka,” ujar juru bicara Liga Premier seperti yang dikutip The Times Online. (MEG)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya