Sukses

Daun Kratom adalah Tanaman Obat Tradisional, Atasi Gangguan Cemas dan Depresi

Daun kratom adalah tanaman yang ampuh mencegah berbagai penyakit, salah satunya depresi.

Liputan6.com, Jakarta Selama bertahun-tahun, daun kratom telah digunakan oleh masyarakat setempat sebagai pengobatan tradisional untuk berbagai masalah kesehatan. Salah satu manfaatnya adalah untuk mengobati diare. Daun ini mengandung senyawa anti-diarhea yang dapat membantu mengurangi gejala diare, serta mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Selain itu, daun kratom juga diketahui dapat mengobati rematik dan asam urat. Senyawa anti-inflamasi dalam daun ini dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi, dan meringankan gejala nyeri pada penderita rematik dan asam urat.

Daun kratom juga dipercaya dapat mengobati batuk, demam dan cacingan. Senyawa-senyawa aktif dalam daun ini memiliki efek antimikroba dan antiparasit, di mana bisa membantu melawan penyakit infeksi saluran pernapasan, mengurangi demam dan membantu membersihkan tubuh dari parasit. 

Dalam pengobatan tradisional, daun kratom biasanya dikonsumsi sebagai infus atau direbus bersama dengan air. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, sekarang ada juga berbagai bentuk produk kratom, seperti serbuk, ekstrak dan kapsul yang lebih mudah untuk dikonsumsi.

Berikut ini daun kratom dan manfaatnya yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (14/6/2024). 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Mengenal Apa Itu Daun Kratom

Kratom atau Mitragyna speciosa, adalah tanaman tropis yang tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand dan Malaysia. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai ramuan herbal tradisional untuk mengobati berbagai masalah kesehatan seperti batuk, diare dan nyeri. Di beberapa budaya, kratom juga digunakan untuk meningkatkan energi dan stamina, serta untuk efek relaksasi atau penenang dalam dosis yang lebih tinggi.

Di Amerika Serikat dan negara-negara lain, kratom mendapatkan popularitas sebagai obat alternatif dan rekreasi. Namun, penggunaan ini tidak lepas dari kontroversi. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah mengeluarkan larangan atau pembatasan terhadap penggunaan kratom, karena kekhawatiran akan potensi ketergantungan dan efek sampingnya, seperti masalah penarikan, gangguan makan dan risiko kesehatan lainnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) secara aktif, memantau dan mengatur penggunaan kratom. Meskipun memiliki potensi manfaat, termasuk sebagai pengganti opioid untuk pengobatan nyeri, risiko terkait penggunaan kratom masih menjadi perdebatan dan penelitian aktif di dunia medis dan ilmiah. 

3 dari 4 halaman

Manfaat Daun Kratom

Penambah Stamina dan Mengurangi Kelelahan

Daun kratom telah diakui secara luas di Asia Tenggara sebagai salah satu suplemen alami yang efektif, untuk meningkatkan stamina dan mengurangi kelelahan. Kandungan alkaloid dalam daun kratom, terutama mitragynine, memiliki efek stimulan yang membantu meningkatkan energi tubuh dan mengoptimalkan konsentrasi. Efek stimulan ini juga dapat memperbaiki suasana hati, membuat penggunanya merasa lebih segar dan siap menghadapi aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Meredakan Nyeri

Salah satu kegunaan utama daun kratom adalah sebagai analgesik alami. Mitragynine dan 7-hydroxygynine, dua alkaloid utama yang terdapat dalam daun kratom, memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa nyeri. Penggunaan daun kratom secara tradisional telah terbukti efektif dalam meredakan nyeri akut dan kronis seperti yang disebabkan oleh arthritis, radang sendi, serta berbagai jenis nyeri lainnya seperti nyeri punggung dan fibromyalgia. Kelebihan lainnya, daun kratom mampu memberikan efek relaksasi otot, sehingga cocok digunakan untuk mengatasi masalah pegal-pegal.

Mengatasi Gangguan Cemas dan Depresi

Dalam dosis tertentu, daun kratom dapat memberikan efek sedatif yang membantu mengurangi gejala gangguan cemas dan depresi. Hal ini membuatnya dianggap sebagai alternatif alami untuk obat penenang atau antidepresan konvensional. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa daun kratom memiliki sifat antipsikotik yang bermanfaat dalam mengurangi halusinasi. Penggunaan daun kratom dengan tepat dapat memberikan efek menenangkan, yang dapat meredakan ketegangan pikiran dan memperbaiki suasana hati secara keseluruhan.

Manfaat untuk Penderita Diabetes

Salah satu keunggulan daun kratom adalah kemampuannya dalam membantu mengatur kadar gula darah. Senyawa epicatechin yang terkandung dalam daun kratom telah terbukti efektif, dalam menjaga kontrol gula darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Penggunaan daun kratom secara tradisional di beberapa komunitas di Indonesia sering melibatkan penggunaan campuran dengan madu atau air jeruk nipis, yang dapat meningkatkan manfaatnya dalam mengontrol diabetes secara alami.

Kesehatan Kulit

Di berbagai daerah, daun kratom juga dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Contohnya, suku Bentian di Kalimantan Timur menggunakan daun kratom sebagai bahan alami untuk merawat kulit, baik sebagai penghalus kulit maupun obat oles untuk mengobati luka. Daun kratom diolah dengan cara ditumbuk hingga halus atau digunakan dalam bentuk bubuk, kemudian diaplikasikan langsung pada kulit yang membutuhkan perawatan. Penggunaan ini diyakini dapat membantu menyembuhkan luka dan menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

Pelepasan Asetilkolin dan Neurotransmitter

Studi ilmiah menunjukkan bahwa daun kratom dapat merangsang pelepasan neurotransmitter seperti asetilkolin, serotonin dan dopamin. Asetilkolin terkait erat dengan peningkatan konsentrasi dan daya ingat, sementara serotonin dan dopamin terlibat dalam meningkatkan suasana hati dan fokus mental. Meskipun manfaat ini belum sepenuhnya dipahami secara menyeluruh, potensi daun kratom dalam meningkatkan fungsi kognitif dan emosional menjadi subjek penelitian yang menarik.

 

4 dari 4 halaman

Bahaya Daun Kratom

Meskipun daun kratom telah lama digunakan sebagai obat tradisional di beberapa wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand dan Malaysia, penggunaannya juga menimbulkan beberapa perhatian terkait efek sampingnya. Sejumlah penelitian dan laporan dari berbagai lembaga kesehatan menunjukkan bahwa meskipun daun kratom memiliki potensi untuk memberikan manfaat kesehatan tertentu, penggunaannya juga dapat berisiko.

Salah satu laporan yang signifikan berasal dari CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), yang pada tahun 2018 melaporkan 28 kasus infeksi salmonella yang terkait dengan konsumsi daun kratom di 20 negara bagian Amerika Serikat. Kasus-kasus ini umumnya terjadi pada mereka yang mengonsumsi kratom dalam bentuk bubuk, teh, atau pil, menyoroti potensi bahaya dari sumber yang sebelumnya dianggap alami ini.

Berikut beberapa efek samping yang timbul:

1. Gelisah dan Gangguan Mood

Banyak pengguna daun kratom melaporkan gejala seperti gelisah dan perasaan mual, yang kemungkinan disebabkan oleh efek stimulan dari mitragynine. Gejala ini mirip dengan yang dialami oleh pengguna opioid, di mana efek stimulan dapat diikuti oleh periode yang mengganggu seperti kecemasan atau gangguan tidur.

2. Halusinasi dan Gangguan Psikologis

Efek samping lain yang dilaporkan termasuk halusinasi, kantuk berlebihan dan dalam kasus yang jarang, reaksi psikologis yang lebih serius seperti kecemasan atau paranoia. Ini menunjukkan dampak potensial dari interaksi daun kratom dengan sistem saraf pusat, meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami.

3. Gangguan Pencernaan

Sembelit atau konstipasi adalah efek samping umum dari penggunaan daun kratom, yang mungkin terkait dengan pengaruhnya terhadap pergerakan saluran pencernaan. Penggunaan jangka panjang juga dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi dan kesehatan umum usus.

4. Masalah Ketergantungan

Kandungan mitragynine dalam daun kratom telah terbukti menyebabkan ketergantungan fisik pada beberapa kasus, meskipun prevalensinya dan mekanisme pastinya masih menjadi subjek penelitian yang sedang berlangsung. Ketergantungan dapat berkembang dengan penggunaan jangka panjang, dan penghentian abrupt dapat menyebabkan gejala putus obat yang serius.

5. Efek pada Kulit dan Kesehatan Fisik

Beberapa pengguna melaporkan adanya perubahan pada kulit, seperti hiperpigmentasi atau penampilan yang tidak sehat. Meskipun ini tidak umum, hal ini menunjukkan potensi interaksi kompleks antara senyawa-senyawa aktif dalam daun kratom dengan berbagai sistem tubuh manusia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.