TNI: Anggota Gugur Insiden Heli di Poso Buru Kelompok Santoso

TNI menyatakan akan menginvestigasi penyebab jatuhnya heli tersebut.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 21 Maret 2016, 04:24 WIB
Kapuspen TNI Mayjen Tatang Sulaiman menegaskan, tak perlu membuka kasus TNI terkena HIV/AIDS karena berpengaruh pada tugas militer.

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah helikopter TNI jenis jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 jatuh di Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 13 Anggota meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyatakan para anggota tersebut tengah terlibat dalam operasi Tinombala 2016. Di mana dalam operasi tersebut terus memburu kelompok teroris Santoso.

Pascakontak senjata terakhir pada 15 Februari yang menewaskan 2 anggota kelompok Santoso, diyakini mereka masih berada di hutan pegunungan di wilayah Lore Tengah dan Lore Peore. Kuat dugaan kelompok itu kesulitan bahan makanan dan kini telah terpecah-pecah dalam kelompok kecil.

Baca Juga

  • Kronologi Jatuhnya Helikopter di Poso Versi TNI
  • TNI: 12 Korban Helikopter Jatuh di Poso Ditemukan, 1 Masih Hilang
  • Kapuspen TNI: Heli yang Jatuh di Poso Tergolong Baru

"Iya (terlibat dalam operasi Tinombala)," ujar Tatang di Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta, Minggu (20/3/2016) malam.

Dia pun juga menegaskan, Kolonel Infantri Saiful Anwar, yang menjabat sebagai Danrem 132 Tadulako tersebut, juga merupakan Satuan Tugas operasi di sana.

"Kan Dandrem (Kolonel Infrantri Saiful Anwar), di sana adalah termasuk satgas," jelas Tatang.

Saat ditanya apakah insiden tersebut akibat serangan dari kelompok tertentu, Tatang menyatakan heli jatuh diduga disebabkan karena faktor cuaca. 

"Penyebab ini kan cuaca, di mana 10 menit lagi mau mendekat untuk mendarat," kata Tatang.

Meski demikian, pihak TNI masih melakukan investigasi untuk mengungkapkan keseluruhan penyebab jatuhnya helikopter itu.

"TNI masih melaksanakan investigasi dalam rangka mengumpulkan informasi jatuhnya pesawat helikopter itu," ucap Tatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya