Taman Corat Coret Picu Konflik antar Komunitas di Bogor

Berdasarkan keterangan di kawasan Taman Corat Coret, sepinya taman senilai Rp 430 juta itu dipicu adanya konflik antar-komunitas grafiti.

oleh Achmad Sudarno diperbarui 11 Mar 2016, 19:05 WIB
Berdasarkan keterangan di kawasan Taman Corat Coret, sepinya taman senilai Rp 430 juta itu dipicu adanya konflik antar komunitas grafiti.

Liputan6.com, Bogor - Taman Corat Coret di Simpang Pandu Raya, Kota Bogor nampak sepi, tak seperti hari biasanya.
Sejak diresmikan awal tahun 2016 oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, taman corat coret ini selalu ramai pengunjung.

Dari yang hanya sekedar nongkrong atau numpang selfie di depan lukisan dinding. Taman ini juga dijadikan tempat para komunitas grafiti dan mural mengekspresikan karya seni mereka di dinding taman itu.

Berdasarkan keterangan pedagang di kawasan Taman Corat Coret, sepinya taman senilai Rp 430 juta itu dipicu adanya konflik antar komunitas grafiti. Baberra hari lalu.

Awalnya, ada salah satu komunitas grafiti sedang membuat sketsa gambar di salah satu dinding taman itu pada Rabu kemarin. Belum sempat selesai menggambar, ada kelompok lain entah dari komunitas mana menghapus sketsa dan melukis gambar yang lain.

"Kemarin Kamis yang bikin sket ini marah karena gambarnya dihapus sama grup lain," kata Joko penjual ketropak di kawasan Taman Corat Coret, Jumat (11/3/2016).

Karena tidak terima hasil karyanya diganggu, akhirnya kelompok itu kembali menghapus dan mengganti dengan tulisan. "Maaf jika karya kami tak beretika, tak bermoral, tak sopan, tak indah, dan tak bagus -Menurut Anda-, kami janji tidak berseni lagi disini..!!! Salam kami. Make art not war."

Tulisan itu pun, kini menjadi pusat perhatian pengunjung yang sesekali melintasi taman tersebut. Tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya, karena dinding yang disediakan untuk corat coret itu kini polos tak ada satupun gambar maupun tulisan yang menghiasi taman itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya