32 Warga di Riau Tertangkap Basah Bakar Lahan

Modusnya masih sama dengan tahun lalu, yaitu membersihkan lahan dengan cara membakar untuk membuka perkebunan.

oleh M Syukur diperbarui 08 Mar 2016, 00:12 WIB
(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Riau - Seiring meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kepolisian Daerah Riau beserta jajaran terus meningkatkan perburuan pembakar lahan.

Sejauh ini, sudah ada 32 tersangka yang diduga sengaja membakar lahan untuk membuka perkebunan ditangkap petugas.

Menurut Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, tersangka paling banyak ada di Kota Dumai yaitu 11 tersangka. Semua masih perorangan dan belum ada dari pihak korporasi atau perusahaan.

"Terbanyak kedua ada di Polres Bengkalis, yaitu 6 tersangka, kemudian Polres Siak dan Rokan Hilir, masing-masing 5 tersangka, lalu Polres Indragiri Hulu 3 dan Polres Pelalawan 2 tersangka," sebut Guntur kepada pers, Senin (7/3/2016).


Sebanyak 32 tersangka itu diduga telah menghanguskan sekitar 282 lebih hektar lahan di Riau. Modusnya masih sama dengan tahun lalu, yaitu membersihkan lahan dengan cara membakar untuk membuka perkebunan.

Dari para tersangka ini, petugas menyita berbagai barang bukti, mulai dari korek api, potongan kayu terbakar, parang pembersih lahan dan sejumlah dirigen yang digunakan membawa bahan bakar minyak.

"Rata-rata tersangka tertangkap basah sama petugas yang melakukan patroli tengah membakar lahannya," kata Guntur.

Menurut Guntur, kebakaran paling luas terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, yaitu 185 lebih hektar lahan. Kemudian di Kabupaten Kepulauan Meranti 105 lahan terbakar.

Selanjutnya di Kabupaten Bengkalis tercatat 52 hektar lahan terbakar, Kota Dumai 17 hektar lahan, kemudian di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, masing-masing 2 hektar lahan.

Guntur memprediksi jumlah tersangka bakal bertambah. Pasalnya selain ikut membantu memadamkan api, Satgas Pemburu Pelaku Karhutla yang dibentuk masih mencari tahu pemilik lahan terbakar.

Sebelumnya, Provinsi Riau sudah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla setelah melakukan rapat koordinasi di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Menurut Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, status siaga ini berlansung hingga 3 bulan ke depan dan akan diperpanjang lagi kalau kebakaran belum teratasi.

 

*** Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV dan Indosiar pukul 06.00-09.00 WIB. Klik di sini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya