Seks di Luar Angkasa Mungkinkah Terjadi?

Inspiration Mars Foundatioan bakal mengirimkan pasangan yang sudah menikah selama 501 hari ke Mars pada 2018.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 25 Jan 2016, 18:33 WIB
Inspiration Mars Foundatioan bakal mengirimkan pasangan yang sudah menikah selama 501 hari ke Mars pada 2018. (Foto: www.finerminds.com)

Liputan6.com, New York- Berbicara mengenai lokasi bercinta, mungkin Anda sudah memiliki fantasi di mana saja akan melakukannya. Dan tidak sedikit yang memiliki fantasi bercinta di luar angkasa.

Dalam waktu dekat hal tersebut bukan lagi mimpi. Di zaman maju seperti ini bukan tak mungkin bisa berlibur dengan pasangan di planet lain. Belum lama ini Inspiration Mars Foundatioan bakal mengirimkan pasangan yang sudah menikah selama 501 hari ke Mars pada 2018. Dan mungkin saja menjadi kejadian pertama hubungan seks manusia di luar angkasa.

Baca Juga

Lalu, apakah aman bercinta di luar angkasa?

Seks akan sulit dilakukan bila dilakukan pada sebuah ruangan dengan nol gravitasi seperti diungkap ahli biologi dari University of Massachusetts Medical School, Athena Andreadis. "Anda tak memiliki kekuatan untuk menarik dan bisa juga menabrak dinding," terang Athena lagi kepada SPACE.com pada 2011.

Selain teknik, hal lain yang dianggap berbahaya bila hamil dan melahirkan di luar angkasa seperti diungkap laporan SPACE.com dikutip Senin (25/1/2016).

"Ada banyak risiko yang mungkin terjadi saat pembuahan di luar angkasa, misalnya yang terjadi kehamilan ektopik (kehamilan yang berkembang di luar rahim"," terang penulis buku 'Sex in Space', Laura Woodmansee.

Lalu, tanpa adanya perlindungan dari atmosfer seperti di bumi, hal ini meningkatkan radiasi sehingga memungkinkan anak yang lahir cacat.

"Sangat penting bagi kita untuk membicarakan seks dan reproduksi di luar bumi. Kita harus tahu persis apa yang dihadapi karena hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap kita tapi generasi manusia berikutnya," tulis Woodmansee kepada Live Science.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya