Jurus Pemerintah Genjot Ekonomi pada 2016

Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan kalau anggaran sudah mulai digelontorkan sejak awal 2016.

oleh Septian Deny diperbarui 23 Des 2015, 20:22 WIB
Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan saat raker di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2015). Raker membahas Pilkada Langsung 2015, serapan anggaran di daerah dan dana desa. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta anggaran segera digelontorkan pada awal 2016 untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan hal tersebut saat pengumuman penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), Rabu (23/12/2015).

"Presiden mengingatkan untuk memasuki 2016 tidak bisa ditawar anggaran sudah mulai dilaksanakan sejak awal Januari sehingga terutama belanja barang dan jasa dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi jadi lebih optimal," ujar Darmin.

Darmin menambahkan, kalau Presiden Jokowi juga mengingatkan untuk fokus memperbaiki pertumbuhan ekonomi dengan mengendalikan inflasi, menurunkan kemiskinan dan memperbaiki kesenjangan. Hal tersebut juga menjadi tolak ukur untuk menyusun paket kebijakan ekonomi.

Tak hanya itu, Darmin menyampaikan kalau Jokowi menanyakan perkembangan soal Kartu Sehat dan Kartu Pintar. Darmin juga menuturkan kalau Jokowi mencek sangat detil termasuk pengeluaran dana desa.

"Beliau mengingatkan perlu ada keterbukaan di setiap desa, atau bahkan pemerintah pusat dan bupati perlu jelaskan ke masyarakat. Desa A itu dapat dana berapa, sehingga masyarakat ikut mengawasai dana itu digunakan untuk apa dan diarahkan oleh perangkat desanya," kata dia.

Darmin menuturkan, pemerintah juga sedang membenahi untuk perizinan dan Undang-undang (UU) sehingga dapat memberikan kemudahan dalam berbisnis.

Di kesempatan sama, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kalau pemerintah juga mempersiapkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sejumlah cara dilakukan seperti meningkatkan ekspor, mendukung usaha kecil dan menengah (UMKM), dan memberikan kemudahan iklim investasi agar investasi jangka panjang terutama foreign direct invesment (FDI) untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

"Selain itu juga meningkatkan usaha padat karya terutama di bidang dana desa dimana Presiden meminta untuk melibatkan banyak orang," kata Pramono. (Dny/Ahm)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya