Nelayan Temukan Salamander Raksasa Berusia 200 Tahun

Seekor salamander yang diduga berusia 200 tahun ditemukan seorang nelayan di Chongqing, Tiongkok belum lama ini.

oleh Alexander LumbantobingDiterbitkan 17 Desember 2015, 10:30 WIB
Salamander raksasa di tempat penangkaran. (Sumber Daily Mail)

Liputan6.com, Chongqing - Baru-baru ini seekor salamander-- sejenis hewan amfibi--ditemukan di sebuah gua di Tiongkok.

Dikutip dari Huffington Post, Kamis (17 Desember 2015), salamander raksasa sepanjang 1,4 meter itu memiliki berat lebih dari 45 kilogram ditemukan di Chongqing.

Baca Juga

  • Peserta Miss World Asal Kanada Ditolak Masuk Tiongkok
  • Wakil Dubes AS: Indonesia Penyuplai Hewan Langka 
  • Tiongkok Makin Getol Latihan Militer di Laut China Selatan

Salamander raksasa Tiongkok merupakan hewan amfibi terbesar di dunia dan kerap disebut dengan 'fosil hidup' karena garis keturunan leluhurnya yang membentang hingga jutaan tahun. Namun, karena diburu dan perusakan habitatnya, hewan ini hampir punah di alam liar.

International Union for Conservation of Nature pun sudah mendaftarkan hewan terancam punah, dalam 45 tahun jumlah spesies ini telah menurun hingga 80 persen. 

Menurut laporan media setempat, salamander ditemukan oleh seorang nelayan di sebuah gua.  Kepada Mother Nature Network, ia mengatakan telah menginjak sesuatu yang "lembek dan licin".

Menurut para ilmuwan hewan langka itu kemungkinan berusia lebih dari dua abad. Salamander ini diduga lebih tua dari spesiesnya. Termasuk salah satu hewan tertua di Bumi, biantang mirip dengan kadal ini memiliki jangka hidup 80 tahun di alam liar dan 55 tahun dalam penangkaran. 

Salamander tersebut kini sudah dipindahkan ke fasilitas penelitian untuk pembelajaran lebih lanjut dan perlindungan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya