Warga Korut Hadapi Musim Dingin Tanpa 'Kehangatan' Kimchi

Kekeringan setahun lalu membuat seluruh keluarga di Korea Utara bakal menghadapi musim dingin tanpa hidangan tradisional mereka itu.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 11 Nov 2015, 11:20 WIB

Liputan6.com, Pyongyang- Keluarga di Korea Utara kini bersiap menghadapi musim dingin. Biasanya, mereka menyiapkan aneka menu sebelum hawa dingin beku menyerang. Kimchi adalah salah satunya. Campuran, sawi, kubis, dan lobak asam pedas yang terfermentasi dipercaya sebagai penghalau rasa dingin dan teman makan nasi yang mengenyangkan.

Masalahnya, kemarau kemarin membuat Korut kekurangan bahan-bahan untuk membuat kimchi. Hasil panen tak bisa memenuhi kebutuhan seluruh Korea Utara.

Tidak hanya bahan utama seperti sawi atau kubis, bumbu macam cabai, bawang putih, bawang merah, dan garam juga langka di pasaran. Hal itu dikemukakan oleh salah satu sumber pejabat pemerintah, seperti dilansir The Guardian, Rabu (11/11/2015).

Panen dari para petani diperkirakan tak sanggup memenuhi permintaan pasar karena kekeringan melanda tahun lalu.

"Di pasar Chingjin Sunam, 1 kilo kubis sekarang seharga 3.000 won Korea Utara (sekitar Rp 45.000), kalau harga normal sekitar 1.000 won," kata pejabat itu.

"Lobak juga mengalami kenaikan, sekarang 1 lobak seharga 500 won dan kemungkinan bisa naik lagi. Meski begitu, orang tetap saja membelinya," ia menambahkan.

"Jika seseorang terlihat membawa kubis dan lobak di keranjang belanjanya, orang-orang akan mengejarnya dan menawarkan harga lebih tinggi untuk membelinya," ujarnya.

"Agustus lalu, banyak ladang sayuran di Provinsi Hamgyong dan sebagian dari Yanggang hancur kerena hujan deras terus-menerus," kata pejabat wanita itu. "Dengan kondisi itu, diperkirakan akan banyak keluarga tidak dapat menyiapkan kimchi menjelang musim dingin," katanya lagi.

Pemerintah pusat telah mengutamakan suplai untuk Rason, yang kemarin menderita kebanjiran akibat guyuran hujan deras. Itu berarti daerah lain tidak bisa mendapatkan kubis. Bahkan, petani telah diperintahkan mengirimkan suplai sayuran ke pangkalan-pangkalan militer dan daerah yang terkena banjir. Akibatnya, mereka khawatir tak bisa bisa membuat kimchi untuk dirinya sendiri.

Sumber di pemerintahan mengatakan bahwa banyak orang Korea Utara sangat bergantung pada kimchi selama musim dingin. Dengan kondisi seperti ini, ia khawatir kelaparan akan melanda negeri itu.

Rata-rata empat orang dalam satu keluarga membutuhkan 350 kilo gram kubis, 200 gram lobak untuk membuat kimchi. Untuk membuat persediaan makanan di musim dingin, sayuran asin dan fermentasi itu membutuhkan 3 kilogram bawang putih dan 18 kilogram garam.

Biasanya, harga untuk sayuran sebanyak itu membutuhkan 1,5 juta won. Namun, kini bisa berkisar 3 juta won.

Kendati kondisi normal, masih saja harga itu dianggap mahal. Dengan demikian, kenaikan dan kelangkaan bahan membuat harga kimchi semakin tak terjangkau. (Rie/Ein)*

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya