Polri Selidiki Pemutarbalikan Fakta Foto Jokowi-Suku Anak Dalam

Polri meminta sebagai warga negara yang baik tak elok menggunjingkan presiden.

oleh Moch Harun Syah diperbarui 02 Nov 2015, 20:49 WIB
Irjen Pol Anton Charliyan (Liputan6.com/ Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Beredar foto pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan suku Anak Dalam saat berkunjung ke Jambi. Ada foto yang menjadi perbincangan para netizen. Mereka menuding telah ada rekayasa atau setting-an dalam gambar tersebut.

Menanggapi itu, Polri meminta masyarakat agar dapat menjaga sikap. Sebagai warga negara yang baik, tak elok menggunjingkan presiden.

"Dari hasil analisis media intel internal kita, sangat kurang pantas ujaran yang keluar di medsos. Jangan sampai ini jadi kebiasaan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Jenderal bintang dua itu melanjutkan, saat ini pihaknya tengah melihat dan mempelajari apakah ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum tersebut. Penyelidikan terhadap pemutar balikan fakta foto Jokowi dengan Suku Anak Dalam itu tengah dilakukan dan tinggal menunggu hasil.

"Terkait itu masih dalam penyelidikan ya. Hasil perkembangan nanti dilaporkan. Ini belum dapat dari tim perkembangannya sampai mana," ujar Anton.

Dari beberapa gambar yang diunggah Tim Komunikasi Presiden, salah satu foto yakni pertemuan antara Jokowi dengan Suku Anak Dalam dituding sebagai foto rekayasa alias setting-an. Pembicaraan mengenai hal itu ramai dibahas secara viral di media sosial. ‎

Foto yang menjadi perbincangan itu adalah gambar dialog antara Jokowi dengan beberapa orang dari Suku Anak Dalam di Desa Bukti Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Di gambar itu, terlihat Presiden tengah berbincang dengan 5 orang Suku Anak Dalam yang tanpa mengenakan pakaian lengkap. ‎

Para penuding menyatakan, kronologinya, yang pertama adalah foto Jokowi berdialog dengan anggota Suku Anak Dalam berlatar rumah dari kayu. Mereka berpakaian lengkap.

Kemudian, pada pertemuan selanjutnya, menurut mereka, tergambar dalam foto berlatar kebun sawit dan bertelanjang dada. Pihak-pihak tersebut menyatakan orang-orang pada gambar itu disebut sama dan rekayasa semata.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah membantah bahwa foto tersebut merupakan setting-an. Kondisi yang terjadi saat pertemuan antara Presiden dengan Suku Anak Dalam tak sekalipun direkayasa.

"Ah soal pencitraan itu kan bagaimana orang melihat. Saya sendiri sudah datang langsung lihat kondisi di sana memang seperti itu keadaannya," kata Khofifah saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu 1 November 2015. (Ali/Ado)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya