Meraba Skema Liverpool di Kandang Chelsea

Divock Origi dan Roberto Firmino tampil sebagai starter terbuka lebar.

oleh Rejdo Prahananda diperbarui 31 Okt 2015, 14:49 WIB
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp merayakan kemenangan perdananya bersama The Reds pada Piala Liga Inggris melawan Bournemouth dengan skor 1-0 di Stadion Anfield, Inggris, Rabu (28/10/2015). (Reuters/Eddie Keogh)

Liputan6.com, London - Bigmatch antara Chelsea kontra Liverpool, Sabtu (31/10/2015) di Stamford Bridge bakal berlangsung dalam hitungan jam. Tentu menarik meraba komposisi yang bakal diturunkan oleh sang pelatih anyar, Jurgen Klopp yang sedang mencari kemenangan pertama di Premier League. 

Pada pertandingan terakhir kontra AFC Bournemouth di ajang Piala Liga Inggris, Klopp menampilkan formasi 4-2-3-1. Divock Origi dan Roberto Firmino mendapat tugas menjadi juru gedor di barisan depan. Origi berperan sebagai striker tunggal, sedangkan Firmino ditugaskan sebagai penyerang lubang.

Namun, skema tersebut bisa saja berubah dengan skema 4-1-2-2-1 tapi Origi tetap di posisi stiker tunggal. Skema ini sempat dipasang oleh Klopp ketika ditahan imbang 1-1 atas Southampton. Meski peluang tampil dengan skema berbeda-beda, formasi 4-2-3-1 tampaknya bakal menjadi pilihan pertama menyusuk cedera pemain yang menghantui Liverpool jelang pertandingan ini.

"Kami tidak ingin mengambil risiko dengan cedera pemain saat ini," ujar mantan pelatih Borussia Dortmund itu sebagaimana dilansir dari Sportal.

Dari daftar pemain cedera diketahui Liverpool tanpa Daniel Sturridge, Jordan Henderson, Joe Gomez, Danny Ings, dan Kolo Toure kemungkinan besar harus diparkir. Karena itu, peluang bagi Origi dan Firmino tampil sebagai starter kontra Chelsea terbuka lebar. Terlebih, Daniel Sturridge belum sembuh dari cedera. 

"Tidak ada berita baru, Sturridge tidak bisa dimainkan. Dia memang sudah baikan, tapi proses pemulihannya belum selesai. Dia juga belum latihan. Jadi kami masih harus menunggu," sambung pelatih berkacamata ini. Sejatinya, selain memiliki Origi dan Firmino, Liverpool masih menyimpan amunisi lain, yakni Cristian Benteke. Pemain kekar tersebut masuk sebagai pemain di babak kedua ketika Liverpool jumpa Bournemouth.

Cedera pemain juga tidak hanya terjadi di barisan depan, tetapi juga gelandang. Absennya Henderson memang masih membuat Klopp punya alternatif lain. Salah satunya memberikan kesempatan pada pemain belia 19 tahun,  Cameron Brannagan tampil di laga kontra Chelsea. (Rjp/Def)

Foto dok. Liputan6.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya