Tak Banyak Sentimen, IHSG Ditutup Melemah ke 4.674,05

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham berada di zona merah kecuali sektor saham perkebunan dan perdagangan.

oleh Arthur Gideon diperbarui 27 Okt 2015, 16:20 WIB
Ilustrasi IHSG (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Pelemahan IHSG ini terjadi di karena pelaku pasar lebih memilih untuk menunggu hasil dari rapat yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (the Fed).

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (27/10/2015), IHSG turun 17,65 poin atau 0,38 persen ke level 4.674,05. Indeks saham LQ45 juga turun 0,27 persen ke level 810,73. Hanya satu indeks acuan yang mampu bertahan di zona hijau yaitu Indeks SBX yang menguat tipis 0,09 persen.

Ada sebanyak 87 saham menguat namun tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 178 saham melemah sehingga menjadi penekan IHSG. Adapun 92 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 4.674,05 dan terendah 4.624,27. Transaksi perdagangan saham hari ini cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 226.756 kali dengan volume perdagangan saham 5,63 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 5,03 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham berada di zona merah kecuali sektor saham perkebunan naik 0,82 persen dan sektor saham perdagangan yang menguat 0,10 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 100 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli jual sekitar Rp 100 miliar.

Saham-saham yang menguat pada hari ini antara lain saham MKNT naik 25 persen ke level Rp 425 per saham, saham DAJK mendaki 14,50 persen ke level Rp 300 per saham, dan saham BAYU menguat 13,33 persen ke level Rp 850 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham SMMT turun 9,90 persen ke level Rp 455 per saham, saham MYTX melemah 9,88 persen ke level Rp 73 per saham, dan saham SIAP tergelincir 9,63 persen ke level Rp 169 per saham.

Analis PT Universal Broker, Satrio Utomo menjelaskan, sepanjang perdagangan hari ini IHSG memang terus berada di zona merah. Namun pelemahan IHSG tersebut tidak terlalu dalam.

Hal tersebut terjadi karena pelaku pasar memang sedang menunggu sentimen yang cukup besar yang akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

The Fed akan menggelar sidang bulanan yang di dalamnya akan membahas mengenai rencana kenaikan suku bunga. Keputusan dari the Fed tersebut akan menentukan gerak dari IHSG. "The Fed akan memulai meetingnya nanti malam. Itu pasti membuat semua orang tegang." katanya.

Sedangkan pelemahan saat ini lebih karena pelaku pasar melakukan aksi jual namun tidak terlalu besar karena ada potensi kenaikan ke depannya. (Gdn/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya