Aksi Brutal Polisi Seret Siswi dari Kelas Tuai Kecaman

Banyak orang shock dengan langkah brutal yang diambil Fields terhadap siswi sekolah tersebut.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 27 Okt 2015, 16:10 WIB
Ilustrasi kekerasan anak.

Liputan6.com, South Carolina - Sebuah sekolah di sebuah distrik di South Carolina, Amerika Serikat tengah menyelidiki tindakan brutal petugas, setelah beredar luas sebuah video di media sosial pada Senin 26 Oktober 2015 waktu setempat. Dalam tayangan singkat tersebut ditunjukkan bagaimana si polsisi melakukan tindakan keras memaksa seorang siswi keluar kelas.

Belum diketahui apa yang memicu insiden di Spring Valley High School di Columbia, Kanada itu. Afiliasi CNN, WIS melaporkan, siswa itu hanya diminta untuk meninggalkan kelas. Namun ia menolak, sehingga dipanggilah si petugas ke dalam kelas.

Berdasarkan tayangan video yang beredar di dunia maya, petugas yang diidentifikasi sebagai Wakil Sheriff Richland County, Ben Fields, itu terdengar meminta si gadis bangun dari mejanya.

"Kamu akan ikut aku keluar kelas denganku, atau aku yang akan membuatmu keluar kelas dengan caraku," kata Fields seperti dalam rekaman yang salah satunya dimuat CNN, Selasa (27/10/2015).

Ketika dia tetap duduk, Fields pun terlihat semakin geram. "Ayo, aku akan membuatmu bangun," katanya lalu mengangkatnya dari bangku, menjatuhkannya kebelakang dan menyeret serta melemparkannya ke lantai depan kelas.

Teriakan imbauan untuk meletakkan tangan di belakang punggung pun terdengar berulang kali.

Dalam sebuah pernyataan, Inspektur Richland School District Two, Dr Debbie Hamm mengatakan bahwa keselamatan di distriknya adalah prioritas utama. Dan kini pejabat yang bekerja dengan Departemen Richland County Sheriff tengah dalam penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Distrik tak akan menolerir setiap tindakan yang membahayakan keselamatan siswa kami," kata Hamm.

Setelah kejadian itu, Inspektur Fields tengah diinvestigasi dan dibebastugaskan oleh Departemen Sheriff. Sejauh ini tak ada korban luka dari insiden itu.

Video ini juga beredar dan menjadi tren di Facebook dengan hashtag #AssaultAtSpringValleyHigh. Bahkan menjadi trending topic No 1 di Twitter pada Senin malam.

Banyak orang shock dengan langkah yang diambil Fields, video itu pun tak sedikit menuai kecaman.

Seorang juru bicara departemen tersebut mengatakan, Sheriff distrik itu, Leon Lott telah mengetahu peredaran video itu dan merasa sangat terganggu.

"Dia memiliki pertanyaan yang sama seperti setiap orang -- dan ia ingin sekali mengetahui jawabannya, ia akan mengatasinya," kata juru bicara Departemen Sheriff, Letnan Curtis Wilson.

Setelah ditangani, siswa yang menjadi 'korban' itu dikenai sanksi karena mengganggu ketertiban sekolah. Ia kemudian dipulangkan ke orang tuanya.

Sementara perempuan lain yang tak terlihat dalam rekaman, juga ditangkap atas kasus serupa. Namun Fields belum berkomentar terhadap kasus tersebut.

Menurut dokumen pengadilan, Fields memiliki 2 kasus dalam 1 dekade terakhir. Pada kasus pertama ia dituduh melakukan kekerasan berlebihan pada 2007. Juri kemudian memutuskan mendukung alasan si petugas.

Sementara pada kasus kedua dijadwalkan disidang pada bulan Januari.

Fields adalah salah satu dari beberapa terdakwa yang tercantum dalam gugatan yang diajukan oleh seorang mahasiswa terhadap kasus pengusiran sekolah di distriknya.

Kendati demikiaen, Fields juga telah menerima pujian untuk karya-karyanya di sekolah. Ia bahkan diberikan penghargaan Culture of Excellence Award oleh sekolah dasar Richland County, di mana ia juga bekerja sebagai petugas pada tahun 2014.

"Fields telah bekerja untuk Departemen Kantor Richland County Sheriff sejak tahun 2004, dan bergabung dengan School Resource Officer Program pada 2008," kata Departemen newsletter Sheriff.

"Dia ditugaskan untuk SMA Spring Valley serta Sekolah Dasar Lonnie B. Nelson dan telah terbukti menjadi panutan yang luar biasa untuk para mahasiswa yang ia jaga dan dilindungi," ucap kantor Sheriff. (Tnt/Rie)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya