Nabung Rp 2 Ribu Setiap Hari, Penjual Gorengan Ini Bisa Naik Haji

Menurut Juni, pendapatannya tidak pasti. Sehari biasanya cuma mendapatkan keuntungan 50 ribu, itu pun kalau ramai. Kalau sepi Rp 40 ribu.

oleh Dian Kurniawan diperbarui 27 Agu 2015, 09:07 WIB
31 jemaah haji terkendala masalah visa. Lebih dari 6.000 warga di berbagai kawasan di Uruguay terlantar karena banjir.

Liputan6.com, Surabaya - Meski hanya berjualan gorengan, pasangan suami istri asal Jembar, Jawa Timur, ini akhirnya bisa berangkat haji tahun ini.

Pasangan suami istri itu bernama ‎Neman (70), dan sang istri bernama Juni Durahman (60). Setiap hari keduanya berjualan aneka gorengan di daerah Mangli, Derajad Udang Windu Kabupaten Jember. Mereka mulai berjualan pukul 14.00 WIB hingga pukul 02.00 dini hari.

"Ya cuma jual gorengan aja le, biasanya ote-ote, tape, onde-onde, tempe goreng, tahu goreng, sukun goreng, dan molen. Saya berjualan dari siang sampai dini hari," kata Juni dengan logat Madura, di Asrama Haji Surabaya‎, Kamis (27/8/2015).

Menurut Juni, pendapatannya tidak pasti. "Sehari biasanya cuma mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu itu pun kalau ramai, kalau sepi cuma dapat Rp 40 ribu," imbuh ibu 5 anak dan 5 cucu ini.

Kendati pendapatannya tidak tentu, namun setiap hari dia menyisihkan sebagian hasil berdagangnya untuk ditabung.

"Sisa keuntungan yang saya dapat saya sisihkan Rp 2 ribu setiap harinya. Dalam setahun uang yang disisihkan ditabung ke bank," ucap Juni yang memiki tanggungan anak bungsu yang tinggal di pondok pesantren.

Selama 20 tahun Juni menabung Rp 2 ribu setiap harinya. Hingga pada suatu hari seorang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember memberinya informasi untuk berangkat haji tahun ini.

"Alhamdulillah le, dapat surat dari pegawai Kemenag untuk berangkat haji tahun ini," pungkas Juni. (Sun/Rmn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya