Eks Wakil PM Malaysia Akui Dipecat 2 Jam Sebelum Pengumuman Resmi

Tan Sri Muhyiddin Yassin mengakui kaget atas keputusan tersebut.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 29 Jul 2015, 21:27 WIB
Wakil PM Malaysia, Muhyiddin Yassin menyapa awak media di ruang konferensi pers, Kuala Lumpur , Malaysia, Rabu (29/7/2015). PM Malaysia Najib Razak memecat wakilnya, Muhyiddin Yassin dalam perombakan kabinet pada 28 Juli 2015. (REUTERS/Olivia Harris)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Selasa, 28 Agustus 2015, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengambil keputusan mengejutkan. Wakilnya Tan Sri Muhyiddin Yassin didepak dari posisi yang sudah ditempati sejak 2009.

Menanggapi pemecatan dirinya, setelah sempat bungkam Muhyiddin akhirnya buka suara. Dia mengaku kaget atas keputusan tersebut.

Keterkejutan Muhyiddin muncul bukan tanpa alasan. Sebab, PM Najib memberitahukan keputusannya itu selang sesaat sebelum dia menyampaikan pengumuman resmi soal reshuffle kabinet.

"Dia (PM Najib) memanggil saya untuk bertemu di Putrajaya dan kami membicarakan beberapa hal," sebut Muhyiddin seperti dikutip dari the star, Rabu (29/7/2015).

Dia menambahkan, saat pertemuan dengan atasannya itu, sempat ia singgung soal perombakan kabinet. PM Najib pun tidak menyangkal kalau pemanggilan dirinya terkait hal itu.

"Saya tanyakan apa ada yang ingin dia sampaikan. Dia menjawab saat ini merupakan waktu yang berat, lalu saya kembali tanyakan apakah nama saya ada dalam daftar (yang akan di-reshuffle), dia menjawab terima kasih lalu dia pergi," paparnya.

Muhyiddin menyebut dia menerima segala keputusan Najib. Tidak hanya itu, dipastikannya dukungannya terhadap orang Nomor Satu di Pemerintahan Malaysia tersebut tak akan berubah.

Hal tersebut karena sampai saat ini, Muhyiddin masih menjabat sebagai Deputi Presiden partai berkuasa di Malaysia, UMNO.

"Tugas saya adalah mendukung PM dan Partai dan itu akan saya terus lakukan," tegasnya.

Meski demikian, Muhyiddin menyatakan, pemeriksaan atas kasus  di BUMN 1MDB yang menyeret nama Najib harus terus dilakukan. Tidak peduli bagaimana keadaan pemerintahan sekarang berjalan. (Ger/Ado)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya