Pertamina Beli 1,4 Juta Ton LNG

LNG sebanyak 1,4 juta ton tersebut akan disalurkan mulai kuartal I 2017.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 30 Juni 2015, 19:25 WIB
Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat PT Pertamina (Persero) akan membeli 1,4 juta ton   (Liquefied natural gas/LNG) per tahun dimulai dari kuartal I 2017.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas Elan Biantoro mengatakan, Pertamina telah melakukan penandatanganan perjanjian jual beli gas dari  Kontraktor Kontrak Kerja Sama Eni Muara Bakau BV dan dua mitra kerjanya, GDF SUEZ Exploration Indonesia dan Saka Energi Muara Bakau.

“Perjanjian yang ditandatangani hari ini merupakan suatu tahapan penting dalam Proyek Pengembangan Jangkrik di Wilayah Kerja Muara Bakau,” kata  Elan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (30/6/2015).
 
Menurutnya, gas untuk LNG ini akan dihasilkan dari dua Lapangan laut dalam, yaitu Lapangan Jangkrik dan Lapangan Jangkrik North East, yang merupakan bagian dari Wilayah Kerja Muara Bakau.

Dua lapangan ini merupakan proyek pengembangan Lapangan Jangkrik yang merupakan salah satu proyek gas laut dalam pertama di Indonesia. Proyek yang dikembangkan melalui skema fast track ini ini ditargetkan untuk menghasilkan gas mulai awal 2017.

Sebagian gas dari blok ini akan disuplai ke domestik, sedangkan sebagian yang lain akan diubah menjadi LNG di Kilang LNG Badak, di Bontang, Kalimantan Timur sehingga dapat mendukung kilang LNG Badak untuk  beroperasi secara optimal.

Pasokan LNG dimanfaatkan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan domestik dan mendukung pembangunan infrastruktur penerima LNG domestik.

 Elan mengungkapkan, perjanjian hari ini menunjukkan komitmen industri hulu migas untuk menyuplai energi sekaligus menghasilkan devisa bagi negara.

“Dua hal ini sejalan dengan peran yang telah lama dijalani industri hulu migas, yaitu membesarkan bangsa.  Kita berharap semua pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi proyek ini sehingga produksi bisa berjalan sesuai target,” pungkasnya.

Lapangan Jangkrik dan Jangkrik North-East merupakan dua lapangan gas laut dalam yang ditemukan di wilayah kerja blok Muara Bakau tahun 2009 dan 2011. Dua lapangan ini berlokasi di Selat Makassar, sekitar 100 km timur Kota Balikpapan dengan kedalaman 400 meter di bawah permukaan laut. (Pew/Ndw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya