Eksekutif Google Tewas di Gunung Everest saat Gempa Nepal

Kabar dukacita ini dikonfirmasi oleh adik perempuan Fredinburg, Megan lewat jejaring sosial Instagram.

oleh Nadya Isnaeni diperbarui 26 Apr 2015, 12:47 WIB
Eksekutif Google Dan Fredinburg (LA Times)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal pada Sabtu 25 April 2015 kemarin. Lebih dari 1.805 orang di negeri itu dikabarkan tewas. Satu di antaranya seorang eksekutif Google, Dan Fredinburg.

Saat itu manajer proyek Google X tersebut tengah mendaki Gunung Everest bersama 3 karyawan Google lainnya. Pria asal California, Amerika Serikat itu meninggal dunia pada Sabtu pagi setelah menderita cedera parah di kepala akibat terkena longsor.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh adik perempuan Fredinburg, Megan lewat jejaring sosial Instagram.

"Semua cinta dan rasa terima kasih kami ucapkan pada mereka yang telah berbagi kehidupan ini dengan pria lucu berkemauan kuat kesayangan kami," tulis Megan, seperti dikutip dari laman LA Times, Minggu (26/4/2015).

Kabar kematian Fredinburg juga dibenarkan oleh perusahaan travel pendakian Jagged Globe lewat pernyataan online-nya. Perusahaan itu menyebut Fredinburg sebagai salah satu anggota tim Everest.

Mereka menyatakan, 2 anggota lainnya juga tengah mendapatkan perawatan setelah terkena longsoran salju. Namun tak disebutkan apakah 2 anggota yang dimaksud merupakan karyawan Google yang ikut dalam pendakian bersama Fredinburg.

Sementara itu 3 karyawan Google lain yang menemani pendakian Fredinburg dikabarkan selamat. Seperti diungkapkan Direktur Privasi Google Lawrence You.

"Kami sedang berupaya memulangkan mereka," kata You.

Fredinburg disebutkan sebagai pendaki berpengalaman. Dia juga memimpin sejumlah perjalanan untuk mengumpulkan citra dari daerah sekitar Everest untuk digunakan pada fungsi 'Street View' di Google Maps.

Sementara The Nepal Mountaineering Association, seperti dikutip dari laman RT menyatakan, saat gempa terjadi ada lebih dari 100 pendaki yang berada di base camp 1 dan 2 Gunung Everest. Namun saat itu kondisi dinyatakan aman. Hanya saja evakuasi sulit dilakukan lantaran jalur ke 2 base camp itu rusak. (Ndy/Ado)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya