Festival Melupakan Mantan Dorong Citra Baru Jogja Istimewa

Festival Melupakan Mantan di Yogyakarta mendapat antusiasme yang beragam.

oleh Yanuar H diperbarui 12 Feb 2015, 17:00 WIB
Festival Melupakan Mantan di Yogyakarta mendapat antusiasme yang beragam.

Liputan6.com, Yogyakarta Mendekati hari kasih sayang atau Valentine, berbagai festival bakal banyak digelar. Salah satunya seperti Festival Melupakan Mantan yang akan diadakan di Yogyakarta, 13 Februari 2015 di Pojok Beteng Wetan Yogyakarta pukul 18.30 WIB.

Seto Prayogi selaku koordinator acara Festival Melupakan Mantan menerangkan bahwa sejak acara ini diumumkan tanggal 9 Februari 2015, sambutan serta antusiasme yang datang sangat banyak dan beragam, tidak hanya datang dari anak muda Jogja namun juga datang dari luar Jogja.

Bagi Anda yang hendak datang ke Festival Melupakan Mantan, Anda cukup membawa barang kenangan dari sang mantan kekasih. Barang-barang yang mungkin sudah terpakai dan penuh kenangan menyakitkan itu nantinya bakal disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Seto menjelaskan masyarakat Jawa memiliki konsep budaya ‘Larungan’ yakni menghilangkan energi negatif yang disimbolkan dengan cara membuang benda berenergikan negatif.

Ini dilakukan untuk membuang segala energi negatif yang ada di dalam diri seseorang dan berganti dengan energi positif, sehingga orang tersebut dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dikemudian hari.

“Kenangan mantan bagi seseorang bisa menjadi energi negatif sehingga musti dibuang jauh agar bisa menatap masa depan lebih optimis dan penuh harapan,” ujar Seto Prayogi, Kamis (12/2/2015).

Seto mengatakan acara Festival Melupakan Mantan ini juga sebagai bentuk untuk membangun branding baru Jogja istimewa yang belum lama diumumkan.

Branding baru ini bertujuan agar generasi muda tidak terbelenggu kenangan masa lalu (mantan) sehingga mampu menjadikan Jogja semakin istimewa dengan segala kiprah positif sesuai bidang dan keahliannya.

Selain itu festival ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap kekayaan budaya lokal dan tradisi yang sekian waktu ini terlupakan.

"Generasi muda Jogja adalah tumpuan bagi keberlangsungannya seni-budaya tradisi yang dimiliki Jogja saat ini. Nasib kesenian, tradisi pasti akan punah jika anak muda saat ini tidak peduli dan cinta kepada budayanya sendiri," ujarnya.

Acara ini nantinya akan menampilkan pertunjukan pantomim, akustik musik, dan happening art. Di antaranya ada Yuliono Songsot, Copet Mime, Eleven Chamber, Hasnan Fonticello, dan Naomi – Hail Jhon. MC kocak khas Jogja Alit-alit Jabang Bayi, Gundhissos, dan Pripita Tyas. (Fathi Mahmud/Ars)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya