Peringati Hari AIDS, Warga Semarang Bubuhkan Cap 5 Jari

Aksi membubuhkan cap 5 jari ini dilakukan sebagai simbol dukungan terhadap penderita HIV/AIDS.

oleh Liputan6 diperbarui 01 Des 2014, 13:50 WIB
Angka kejadian HIV di Indoensia ternyata bukan hanya terjadi pada pria atau wanita dewasa. Balita pun ikut menjadi korban keteledoran orangt

Liputan6.com, Grobogan - Menyambut tanggal 1 Desember, sejumlah pelajar dan mahasiswa di Grobogan, Jawa Tengah menggelar malam renungan peringatan Hari AIDS Sedunia bersama para Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Senin (1/12/2014), mereka bergandengan tangan sebagai simbol pergaulan dengan para penderita HIV/AIDS.

Pergaulan tidak akan menularkan virus HIV/AIDS melainkan melalui hubungan seks, jarum suntik, donor darah, dan air susu ibu. Langkah ini dilakukan mengingat selama ini ODHA belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat luas.

Sementara di Semarang, Jawa Tengah, Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada hari ini diperingati dengan penggalangan cap 5 jari sebagai simbol dukungan terhadap ODHA. Mereka berharap agar tidak ada diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Di Solo, Jawa Tengah, sekelompok warga mengkampanyekan bahaya AIDS kepada orang-orang di sejumlah hotel kelas melati, terminal, dan stasiun. Aksi ini dilakukan agar masyarakat mengetahui bahaya dan mampu mencegah penularan virus tersebut.

Di Indonesia, pada 2014, sudah tercatat kasus baru HIV sebanyak 22 ribu dan AIDS 1.876. (Nfs/Yus)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya