Startup Tumbuh Subur, Indonesia Diminta Perkuat Kerjasama

Managing Director of Mountain SEA Ventures, Andy Zain, yang dalam keynote-nya menyoroti pentingnya peranan Financial Technology (FinTech).

oleh Andina Librianty diperbarui 26 Nov 2014, 15:40 WIB
Startup Asia Jakarta 2014 (Liputan6.com/Andina Librianty)

Liputan6.com, Jakarta - Startup Asia Jakarta 2014 hari ini resmi digelar dan dimeriahkan oleh berbagai pembicara dan membahas berbagai topik mengenai industri startup. Salah satunya Managing Director of Mountain SEA Ventures, Andy Zain, yang dalam keynote-nya menyoroti pentingnya peranan Financial Technology (FinTech).

Pria yang sudah tidak asing lagi dalam dunia startup ini melihat industri di Tanah Air sedang tumbuh subur. Namun kendalanya, kata Andy, adalah ekosistem pendukung seperti permasalahan soal layanan jasa finansial yang dirasa belum maksimal.

"Industri kita sedang ramai-ramainya, salah satunya startup e-commerce. Pertumbuhan startup dan layanan-layanannya bukan lagi menjadi persoalan, sebaliknya yang menjadi perhatian adalah ekosistem di belakangnya yang mendukung industri ini," tutur Andy di acara Startup Asia Jakarta 2014 di Plaza Bapindo, Rabu (26/11/2014).

Andy menyoroti FinTech, yang dinilainya akan mampu mendorong pertumbuhan dan kemajuan startup. Dia menilai Indonesia harus membereskan persoalan FinTech, dan untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk pemerintah, bank, perusahaan, dan startup.

"FinTech sendiri memiliki banyak bentuk, tapi yang pasti kita harus menyatukan visi soal teknologi untuk pembayaran. Salah satu bentuknya adalah mempermudah orang-orang membuat tabungan dengan begitu transaksi bisa berjalan lebih mudah, atau dengan kata lain kita harus mendigitalkan transaksi, " tuturnya.

Andy berharap pemerintahan Kabinet Kerja, terutama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang dipimpin oleh Rudiantara, dapat memberikan angin segar terhadap dunia startup Indonesia. Dengan begitu, industri bisa berjalan lebih efisien.

Soft-launch FinTech Indonesia diharapkan Andy dapat menjadi langkah awal untuk merealisasikan harapan tersebut. FinTech Indonesia adalah Asosiasi Penyelenggara Teknologi Jasa Finansial, yang anggotanya terdiri dari pemerintah, bank, dan startup.

"Ayo kita rapikan industri ini, terutama karena pemerintahan baru juga telah ada. Kalau semua berubah menjadi lebih baik, startup kita jalan, industri jalan, efeknya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga akan berkembang," ungkap Andy. (din/dew)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya