Telepon Umum Disulap jadi Hotspot Wi-Fi Gratis

Ribuan fasilitas telepon umum di New York akan dialih fungsikan menjadi hotspot Wi-Fi dengan kecepatan sinyal mencapai 1000 Mbps.

oleh Adhi Maulana diperbarui 01 Des 2014, 08:27 WIB
Ribuan fasilitas telepon umum di New York akan dialih fungsikan menjadi hotspot Wi-Fi dengan kecepatan sinyal mencapai 1000 Mbps.

Liputan6.com, New York - Era telepon umum tentunya sudah lewat bertahun-tahun lalu. Namun di beberapa kota besar, terlebih New York, Amerika Serikat, eksistensi perangkat telepon umum masih bisa dilihat di banyak tempat.  

Fasilitas telepon umum teronggok begitu saja tanpa ada satu orang pun yang berminat menggunakannya. Apa mau dikata? Hampir semua orang kini sudah memilik ponsel yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan komunikasi.

Sebuah ide inovatif diterapkan oleh pemerintah kota New York. Menurut yang dilansir laman Times, daripada fasilitas-fasilitas telepon umum tersebut menjadi mubazir, pemerintah New York memutuskan untuk menyulapnya menjadi sebuah sarana hotspot Wi-Fi gratis bagi publik.

Hingga menjelang akhir tahun 2014 ini, diperkirakan masih ada sekitar 10 ribu fasilitas telepon umum yang tersebar di berbagai penjuru kota New York. Ribuan fasilitas telepon umum itu akan dialih fungsikan menjadi hotspot Wi-Fi dengan kecepatan sinyal mencapai 1000 Mbps, dan tiap titik hotspot dapat terkoneksi dengan sekitar 250 perangkat.

Program ini diberi nama LinkNYC. Tak hanya menyediakan jaringan internet nirkaberl. Nantinya di wilayah sekitar telepon umum (45 meter), akan tersedia pula fasilitas jaringan telepon domestik dan telepon darurat gratis. Tak ketinggalan charge station pun tersedia di dalamnya.

"Selama bertahun-tahun pertanyannya adalah, 'mau diapakan telepon-telepon umum ini?' Dan sekarang kami sudah memiliki jawabannya. Kami akan menyediakan jaringan internet yang sangat cepat bagi publik di jalan-jalan kota," papar Andrew Rasiej, Chairman of the NY Tech Meetup.

Menurut hasil kalkulasi pihak pemerintah New York, program LinkNYC mampu memberi keuntungan hingga US$ 500 juta dalam kurun waktu 12 tahun ke depan. Monetasi fasilitas publik ini akan dilakukan dengan sistem papan reklame. (dhi/isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya