Mentan Amran Sulaiman, Peraih Satyalancana Segudang Pengalaman

Sampai saat ini, omzet perusahaannya disebut-sebut menembus Rp 500 miliar per tahun dan mengelola aset kurang lebih Rp 1 triliun.

oleh Eky Hendrawan diperbarui 26 Okt 2014, 22:37 WIB
Sampai saat ini, omzet perusahaannya disebut-sebut menembus Rp 500 miliar per tahun dan mengelola aset kurang lebih Rp 1 triliun.

Liputan6.com, Makassar - Andi Amran Sulaiman MP adalah satu-satunya menteri di kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) asal Sulawesi Selatan. Putra asli Kabupaten Bone ini dalam garis darah keluarganya adalah keturunan dari La Pawawoi Arung Sumaling atau anak ke 4 La Tenri Tappu Raja Bone ke 23, dari pihak ayahnya.

Bagi pria kelahiran Bone, 27 April 1968, kedisiplinan adalah harga mati demi kesuksesan. Maka di usia yang relatif muda, dia sudah mampu membangun dan membesarkan 14 perusahan yang tergabung dalam sebuah holding Tiran Group, yang meliputi unit usaha tambang emas, nikel, proyek gula, perkebunan kelapa sawit, SPBU, distributor Unilever, distributor semen, produsen pestisida, dan usaha lainnya.

Sampai saat ini, omzet perusahaannya disebut-sebut menembus Rp 500 miliar per tahun dan telah mengelola aset sebesar kurang lebih Rp 1 triliun.

Amran pernah berkecimpung di PTPN Perkebunan. Dari sinilah kiprah Amran mulai merangkak. Selama 6 tahun, dia mendapat promosi kenaikan jabatan 4 kali. Sebagai ahli bidang pertanian, terutama komoditas kelapa sawit dan tebu, dia memahami potensi besar perkebunan di Indonesia.

Amran termasuk salah satu barisan yang sejak awal mendukung pencalonan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden. Kedekatannya dengan Jokowi menginspirasi Amran untuk mendirikan organisasi relawan untuk pasangan Jokowi-JK di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Sebagai Koordinator Umum Sahabat Rakyat Kawasan Timur Indonesia, Amran disebut-sebut sebagai bagian dari ujung tombak gerakan pemenangan Jokowi-JK di Kawasan Timur Indonesia. Pria kelahiran Bone, 27 April 1968 itu anak ke-3 dari 12 bersaudara pasangan Andi B Sulaiman Dahlan Petta Linta dan Andi Nurhadi Petta Bau. Ia menikahi Martati (45) dan dikaruniai 4 anak.

Amran meluluskan S-1 Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) (1988 - 1993), S-2 Manajemen Pertanian Unhas (2002 - 2003), dan S3 Ilmu Pertanian Unhas (2008 - 2012).

Amran memulai kariernya di dunia usaha sebagai Kepala Field Operation di PG Bone (1994 - 1995), hingga menjadi Direktur Utama Tiran Group yang membawahi beberapa perusahaan di antaranya PT Tiran Indonesia, PT Tiran Sulawesi, PT Tiran Makassar, PT Tiran Mineral, PT Amrul Nadin, PT Andi Nurhadi Nusantara, CV Empos Tiran, CV Profita Lestari, dan CV Empos.

Selain kariernya di dunia usaha, Amran juga menjalani karier di dunia akademik, yakni sebagai dosen luar biasa wirausaha dan UKM di Fakultas Sastra dan Pertanian Unhas, dan Instruktur Wirausaha Mandiri dan UKM (2011 - sekarang).

Di organisasi, Amran juga memiliki kesibukan segudang, seperti jabatan sebagai Sekretaris FPPI di Kendari, Sulawesi Tenggara (1998), Sekretaris SP BUN PG Camming (1998), Ketua Umum SPBUN Kandir PTPN XIV (2006 - 2010). Juga menjadi Pimpinan Redaksi Bulletin Bina Insani Terbitan SP-BUN Kantor Direksi PTPN XIV (Persero) (2006 - 2010).

Amran juga menjabat Bendahara Umum Ikatan Ahli Gula Kawasan Timur Indonesia, (2006 - 2010), Ketua Umum Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Parteta) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (2007 - 2010), Ketua I Koperasi Puskopin PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) (2007 - 2011).

Tak hanya itu, Amran juga menjabat Ketua Bidang Pertanian IKAGI KTI (2008 - 2012), Ketua IKA Teknologi Pertanian Unhas (2010 - 2015), Bendahara ICMI Sulawesi Selatan (2012 - 2016), Ketua Agro Kompleks Universitas Hasanuddin (2012 - 2017), Ketua Umum PMDI Sulawesi Selatan-Barat, hingga Koordinator Umum Sahabat Rakyat Kawasan Timur Indonesia untuk pemenangan Pemilihan Presiden Jokowi-JK, 2014.

Prestasi dan penemuannya di bidang pertanian sudah banyak ia dapatkan. Mulai hak paten Pengendalian Hama Tikus dengan Tiran 58PS, Pengendalian Hama Babi di PG Bone, Camming dan Takalar, Optimalisasi Produksi Tebu PG Takalar, hingga peraih tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden Republik Indonesia di Palembang - Sumatera Selatan pada 7 Juli 2007 dan penghargaan FKPTPI Award 2011 di Bali.

Penggagas Reformasi Sistem Birokrasi Tata Kelola di PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) ini, juga seorang entrepreneur dan pemateri di bidang pertanian dan wirausaha di berbagai tempat. Bahkan, menjadi dewan juri pada event tetap nasional Wirausaha Muda Mandiri (WMM) (2011-2014). (Riz)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya