Gerindra Ancam Pecat Kadernya yang Absen Saat Voting RUU Pilkada

"Saya kecewa di saat pengambilan keputusan penting untuk bangsa dan negara, 3 anggota DPR kita tidak hadir," kata Prabowo Subianto.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 28 Sep 2014, 16:37 WIB
(Bima Firmansyah/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku kecewa atas ketidakhadiran tiga kader partaiinya yang tidak hadir saat rapat paripurna voting Rancangan Undang-Undang Kepala Daerah (RUU Pilkada) pada Jumat, 26 September dini hari lalu.

"Saya kecewa di saat pengambilan keputusan penting untuk bangsa dan negara, 3 anggota DPR kita tidak hadir," kata Prabowo melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (28/9/2014).

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan akan segera memanggil dan mengambil keputusan tegas terhadap 3 anggota DPR dari partainya yang absen saat pengesahan RUU Pilkada. Ketiga anggota DPR itu yakni Supriyatno, Soemarjati Arjoso dan Dhohir Farisi.

"Salah satu konsekuensi yang dipertimbangkan adalah pemecatan dari keanggotaan Partai Gerindra," tegas Prabowo

DPR resmi mengesahkan UU Pilkada tak langsung atau pemilihan kepala daerah melalui DPRD pada Jumat dini hari. Sebanyak 226 anggota DPR setuju pilkada tak langsung, sedangkan 135 lainnya setuju Pilkada langsung.

Partai Demokrat yang sebelumnya gembar gembor mengatakan mendukung pilkada langsung, ternyata memilih walk out di menit-menit terakhir saat pengesahan RUU Pilkada. Akibatnya partai politik pendukung pilkada langsung kalah suara dari parpol pendukung pilkada melalui DPRD. Dari 130 anggota Fraksi Demokrat, hanya 6 orang yang bertahan di ruang sidang mendukung pilkada langsung.  

Sedangkan untuk Fraksi Partai Demokrat jumlah anggota yang hadir sebanyak 130 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 orang melakukan aksi walk out dan sisanya memilih pilkada secara langsung.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya