Saksi: Nazaruddin Main 3 Kaki di Kongres Partai Demokrat

Nuril menerangkan, perintah untuk bermain di 3 kaki itu disampaikan oleh Nazaruddin sesaat sebelum pelaksanaan kongres.

oleh Moch Harun Syah diperbarui 14 Agu 2014, 18:24 WIB
Menurut Anas, Nazaruddin hanya mengarang cerita bohong sehingga kesaksiannya nanti tidak akan bernilai Jakarta, Kamis (14/8/2014) (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menggelar sidang atas terdakwa Anas Urbaningrum (AU) yang terseret dugaan gratifikasi Hambalang. Salah satu saksi yang dihadirkan ialah mantan Tenaga Ahli Nazaruddin, Nuril Anwar.

Dari kesaksiannya, Nuril mengatakan, Nazaruddin tidak juga sepenuhnya mendukung Anas sebagai ketua umum pada Kongres Partai Demokrat pada Mei 2010. Nazaruddin juga mendukung kandidat lain yaitu Marzuki Alie dam Andi Alfian Malarangeng yang menjabat sebagai Menpora saat itu.

Nuril menerangkan, perintah untuk bermain di 3 kaki itu disampaikan oleh Nazaruddin sesaat sebelum pelaksanaan kongres yang berlangsung Mei 2010 itu. Saat itu, Nazarudin juga menekankan pengeluaran uang di kongres harus dirahasiakan.

"Katanya memang berat di kongres. Kita main 3 kaki. (Saya ditugaskan) untuk operasi bawah. Perintah main di 3 kaki itu disampaikan Pak Nazar di saat malam sebelumnya kongres. Semua perintah itu dari Pak Nazar," kata Nuril, di Tipikor, Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Meski begitu, Nuril menyebutkan, Nazaruddin sangat mengagumi gaya berpolitik Anas Urbaningrum. "Pak Nazar ingin belajar ilmu politik (dari Anas)," ucap Nuril yang juga Staf Fraksi Partai Demokrat di DPR RI itu.

Namun, Nazaruddin akhirnya mengaku menyesal setelah Anas terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Apa sebab? kata Nuril dikarenakan Anas susah untuk diajak bekerja sama dalam menangani proyek-proyek yang digarap Grup Permai yang adalah perusahaan Nazaruddin.

Hal itu pula yang membuat Nazar lebih banyak bermain dengan Ketua DPR RI Marzuki Alie untuk urusan proyek setelah berlangsungnya kongres Demokrat.

"Nazaruddin menyesal Anas menang, karena Anas susah diatur soal proyek‎. Yang bantu itu DPR 1 (Marzuki Alie) dalam setiap proyek. Makanya hubungan Pak Nazar dengan MA dekat," ucap Nuril.

Namun Nuril tak mengatakan kedekatan seperti apa yang terjalin antara Nazaruddin dan Marzuki. Dia mengaku, Nazaruddin sempat bertemu dengan Marzuki Alie sebelum dia terbang ke Singapura bersama istrinya Neneng Sri Wahyuni.

 "Sebelum berangkat ke Singapura, mereka bertemu 3 jam. Saya di mobil (duduk) di depan. Nazar bersama Neneng (di belakang)," tandas Nuril. (Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya