Pemain Shaktar: Kami Tak Mau Mati di Ukraina!

"Jika mereka tidak datang, maka mereka akan menderita," kata pemilik Shakhtar.

oleh Cakrayuri Nuralam diperbarui 23 Jul 2014, 16:24 WIB
"Jika mereka tidak datang, maka mereka akan menderita," kata pemilik Shakhtar.

Liputan6.com, Donetsk: Enam pemain Shakhtar Donetsk yang kabur dari tim usai laga uji coba melawan Lyon di Prancis, pekan lalu, enggan kembali ke Ukraina. Mereka tidak mau mati konyol di negara yang sedang terjadi konflik.

Dilansir Guardian, enam pemain Shakhtar, yakni Douglas Costa, Fred, Dentinho, Alex Teixiera, Ismaily dan Facundo Ferreyra belum singgah di Ukraina. Penyebabnya, krisis keamanan yang terjadi di Ukraina yang menyebabkan penembakkan kepada pesawat Malaysia Airlines MH17, Kamis (17/7/2014).

"Semua (pemain) akan bermain dengan risiko kematian jika berada di kawasan itu," kata Costa.

Meski demikian, Costa menegaskan, dia dan lima pemainnya akan absen berlatih selama konflik di Ukraina masih terjadi. Mereka enggan mencari klub baru selama bursa transfer musim panas.

"Saya suka dengan klub, orang-orang di sana, kotanya, tapi kami takut. Kami ingin bertahan di tim, tapi kondisinya harus bebas dari risiko," ucap gelandang serang berusia 23 tahun tersebut.

Sementara itu, pemilik Shakhtar, Rinat Akhmetov, akan mengambil tindakan hukum kepada Costa dan kawan-kawan jika tidak kembali ke Ukraina. "Jika mereka tidak datang, maka mereka akan menderita," katanya di situs resmi Shakhtar.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya