IHSG Berpotensi Melemah Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih didominasi sentimen psikologis pelaku pasar jelang pengumuman hasil penghitungan suara KPU.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 18 Jul 2014, 06:20 WIB
(Foto: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini. Aksi ambil untung akan mewarnai bursa saham.

Analis PT Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.000 dan resistance 5.010 pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Menurut Alfatih, sentimen pemilihan Presiden masih mempengaruhi pelaku pasar saham.

"Sentimen belum ada yang fundamental, masih sentimen psikologis. Pelaku pasar masih menunggu hasil pengumuman Pemilu," ujar Alfatih, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Jumat (18/7/2014).

Sementara itu, Analis PT HD Capital, Yuganur Widjanarko mengatakan IHSG masih ada peluang menguat untuk jangka pendek. IHSG sedang mencoba level resistance 5.145, dan bahkan bergerak di atas indeks saham di kisaran 5.250. Pelaku pasar akan cenderung membeli saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua menjelang hasil perhitungan suara pemilihan Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014.

IHSG melemah 42,72 poin atau 0,83 persen ke level 5.071,20  pada perdagangan saham Kamis 17 Juli 2014, Yuganur menilai, hal itu karena ada aksi jual di bursa saham.

"IHSG akan bergerak di kisaran support 5.094-5.024-4.89 dan kisaran resistance 5.145-5.275 pada perdagangan saham Jumat pekan ini," kata Yuganur.

Untuk rekomendasi saham, Yuganur menyarankan untuk mengakumulasi saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). (Amd/Ahm)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya