Liputan6.com, Riyadh: Prosesi pemakaman Raja Fahd bin Abdul Aziz di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (2/8), berlangsung sederhana. Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Raja Arab Saudi saat ini yang juga saudara tiri almarhum Fahd, yaitu Abdullah. Ratusan personel keamanan dikerahkan berbaur dengan para pelayat di masjid dan tempat pemakaman. Untuk menjaga keamanan, penembak jitu juga disiagakan di sekitar pemakaman.
Jenazah Raja Fahd disalatkan di Masjid Imam Turki bin Abdullah pada sore hari waktu setempat. Sejumlah pemimpin dunia yang beragama Islam ikut menyalati almarhum Fahd. Selama upacara pemakaman berlangsung, para kepala negara nonmuslim tidak diperkenankan mengikuti rangkaian upacara. Mereka menunggu di istana kerajaan. Jasad Fahd kemudian dibawa dengan ambulans menuju pemakaman keluarga Al-Oud.
Jenazah Raja Fahd dibungkus dengan menggunakan gamis abaya berwarna coklat. Hal ini berbeda dengan pemakaman umat Islam pada umumnya yang menggunakan kain kafan berwarna putih.
Sesuai tradisi muslim Wahhabi yang dianut almarhum Raja Fahd, pemakaman berlangsung sangat sederhana untuk ukuran seorang Raja Arab Saudi. Makam tempat dikebumikan Fahd juga sederhana dan tanpa nisan sehingga tak berbeda dengan makam lain yang berada di sekitarnya. Tak seperti beberapa negara Arab lain, Arab Saudi justru tak menetapkan masa berkabung atau pun pengibaran bendera setengah tiang atas mangkatnya Raja Fahd [baca: Raja Fahd Dimakamkan Petang Nanti].
Para pemimpin negara yang tampak menghadiri pemakaman Raja Fahd adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkiah, dan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Tak ketinggalan Presiden Suriah Bashar Assad serta Presiden Afghanistan Hamid Karzai.
Para pemimpin dan utusan negara barat juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles dijadwalkan datang setelah prosesi pemakaman selesai. Presiden Amerika Serikat George Walker Bush yang berjanji akan membina hubungan erat dengan Arab Saudi di bawah pemerintahan Raja Abdullah juga bakal mengirimkan utusan untuk melayat. Abdullah akan menyatakan kesetiaan kepada warga pada Rabu ini.(DNP/Uri)
Jenazah Raja Fahd disalatkan di Masjid Imam Turki bin Abdullah pada sore hari waktu setempat. Sejumlah pemimpin dunia yang beragama Islam ikut menyalati almarhum Fahd. Selama upacara pemakaman berlangsung, para kepala negara nonmuslim tidak diperkenankan mengikuti rangkaian upacara. Mereka menunggu di istana kerajaan. Jasad Fahd kemudian dibawa dengan ambulans menuju pemakaman keluarga Al-Oud.
Jenazah Raja Fahd dibungkus dengan menggunakan gamis abaya berwarna coklat. Hal ini berbeda dengan pemakaman umat Islam pada umumnya yang menggunakan kain kafan berwarna putih.
Sesuai tradisi muslim Wahhabi yang dianut almarhum Raja Fahd, pemakaman berlangsung sangat sederhana untuk ukuran seorang Raja Arab Saudi. Makam tempat dikebumikan Fahd juga sederhana dan tanpa nisan sehingga tak berbeda dengan makam lain yang berada di sekitarnya. Tak seperti beberapa negara Arab lain, Arab Saudi justru tak menetapkan masa berkabung atau pun pengibaran bendera setengah tiang atas mangkatnya Raja Fahd [baca: Raja Fahd Dimakamkan Petang Nanti].
Para pemimpin negara yang tampak menghadiri pemakaman Raja Fahd adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkiah, dan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Tak ketinggalan Presiden Suriah Bashar Assad serta Presiden Afghanistan Hamid Karzai.
Para pemimpin dan utusan negara barat juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles dijadwalkan datang setelah prosesi pemakaman selesai. Presiden Amerika Serikat George Walker Bush yang berjanji akan membina hubungan erat dengan Arab Saudi di bawah pemerintahan Raja Abdullah juga bakal mengirimkan utusan untuk melayat. Abdullah akan menyatakan kesetiaan kepada warga pada Rabu ini.(DNP/Uri)