TNI-Polri Membebaskan Rumah Kapolsek Seunudon

TNI dan Polri membebaskan rumah Kapolsek Seunudon, Aceh Utara, yang diduduki GAM sejak Jumat silam. Seorang anggota TNI dan GAM tewas dalam operasi tersebut. Semua sandera selamat.

Diterbitkan 17 April 2004, 19:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Aceh Utara: Pasukan Komando Operasi TNI dan polisi membebaskan rumah Kepala Kepolisian Sektor Seunudon, Aceh Utara, Inspektur Polisi Dua Mukhtar A.B. yang ada dalam penguasaan empat anggota Gerakan Aceh Merdeka, Sabtu (17/4). Seorang anggota TNI dan GAM tewas dalam proses pembebasan itu. Sedangkan tujuh penghuni rumah selamat.

Operasi pembebasan yang dipimpin langsung Wakil Panglima Komando Operasi TNI Brigadir Jenderal Suryo Gino berlangsung tegang sejak Jumat kemarin [baca: Keluarga Kapolsek Senudun Disandera GAM]. Kontak tembak terdengar sepanjang malam. Bahkan TNI sempat mengerahkan senjata berat seperti pelontar granat untuk melumpuhkan keempat penyandera. Baku tembak baru berakhir keesokan hari.

Komandan Satuan Tugas Penerangan Komando Operasi TNI Letnan Kolonel CAJ Asep Sapardi menjelaskan, anggota TNI yang tewas diketahui Prajurit Dua Sudarmaji, anggota Batalyon Kavaleri V Kodam V Brawijaya. Sedangkan Prada TNI Suwandi dari Batalyon Infanteri 501 hanya luka-luka. Sementara korban tewas di pihak GAM tak teridentifikasi dan seorang lagi Mustafa alias Bule, warga Desa Teupin Bayeun, menyerahkan diri.

Lebih jauh, Asep memaparkan, keempat anggota GAM nekat masuk rumah Mukhtar untuk menghindari sweeping TNI di daerah tersebut. Ketika itu mereka tak menyadari kalau rumah yang dimasuki adalah milik Kapolsek Seunudon.(TOZ/Muhammad Nasier dan Muhamadan)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6