Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua orang merasa nyaman ketika harus berada di tengah banyak orang. Ada yang bisa menikmati acara ramai selama beberapa waktu, tetapi kemudian merasa membutuhkan suasana yang lebih tenang. Ada pula yang sejak awal lebih memilih berbicara dengan satu atau dua orang daripada harus berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok lain.
Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan seseorang pemalu, tidak pandai bersosialisasi, atau antisosial. Dalam psikologi, introversi merupakan salah satu dimensi kepribadian dan berbeda dari kecemasan sosial. Seseorang yang introvert tetap dapat memiliki hubungan sosial yang baik, tetapi mungkin lebih menyukai interaksi yang lebih tenang, kelompok kecil, atau percakapan yang lebih bermakna.
Selain itu, tingkat sensitivitas terhadap rangsangan lingkungan juga dapat membuat seseorang lebih cepat merasa kewalahan ketika berada di tempat yang ramai. Karena itu, tanda-tandanya perlu dilihat sebagai kecenderungan perilaku, bukan sebagai diagnosis terhadap kepribadian seseorang.
Advertisement
Lantas bagaimana saja ciri kepribadian seseorang yang tidak nyaman berada di tengah banyak orang? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026), simak ulasan infomasinya berikut ini.
1. Lebih cepat merasa lelah setelah berada di tengah keramaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7421437/original/021066000_1780198907-mother-experiencing-headache_1_.jpg)
Salah satu ciri yang cukup sering terlihat adalah seseorang membutuhkan waktu untuk memulihkan energi setelah menghadiri acara yang ramai. Ketika berada di tengah banyak orang, ia mungkin tetap dapat bercakap-cakap, tertawa, dan mengikuti kegiatan seperti biasa. Namun setelah acara selesai, ia justru ingin pulang, beristirahat, atau menikmati waktu sendirian.
Psikolog Laurie Helgoe menjelaskan bahwa orang dengan kecenderungan introvert dapat merasa terkuras setelah mendapatkan banyak stimulasi sosial. Ia juga menggambarkan bahwa introvert umumnya lebih menyukai aktivitas dengan tingkat stimulasi yang lebih rendah, interaksi dengan satu atau dua orang, serta waktu untuk menyendiri.
Artinya, seseorang yang terlihat ingin segera meninggalkan pesta belum tentu sedang marah atau tidak menikmati kehadiran orang lain. Bisa jadi kapasitas energinya untuk menerima banyak interaksi sosial memang sudah mencapai batas dan ia membutuhkan waktu tenang untuk kembali merasa nyaman.
Advertisement
2. Lebih nyaman berbicara dengan satu atau dua orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3978108/original/042143000_1648535623-pexels-alexander-suhorucov-6457544.jpg)
Ketika berada dalam kelompok besar, orang dengan kecenderungan seperti ini biasanya tidak selalu berusaha menjadi pusat perhatian. Ia justru lebih mudah terlibat dalam percakapan ketika hanya berhadapan dengan satu orang atau kelompok kecil.
Psikolog Laurie Helgoe menyebut bahwa introvert umumnya lebih menyukai aktivitas sosial yang lebih sederhana, termasuk interaksi dengan satu atau dua orang. Penjelasan serupa juga ditemukan dalam pembahasan psikologis mengenai introversi, bahwa seseorang dapat tetap menikmati hubungan sosial tetapi lebih nyaman dalam kelompok kecil dan lingkungan dengan stimulasi rendah.
Karena itu, jangan buru-buru menganggap seseorang tidak ramah hanya karena ia lebih sering diam ketika berada dalam kelompok besar. Dalam situasi yang lebih kecil dan nyaman, orang tersebut justru bisa menjadi jauh lebih komunikatif dan terbuka.
3. Tidak terlalu menikmati obrolan ringan atau small talk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5116821/original/058189100_1738379608-1738376022692_tujuan-berbicara.jpg)
Orang yang kurang nyaman berada di tengah banyak orang juga bisa terlihat kurang antusias ketika harus melakukan percakapan ringan dengan banyak orang sekaligus. Misalnya, ia merasa lebih sulit memulai percakapan dengan orang yang baru dikenal atau tidak tahu harus mengatakan apa ketika harus berpindah-pindah kelompok.
Psikolog Blake Griffin Edwards, seorang licensed marriage and family therapist, menjelaskan bahwa introversi sering keliru dianggap sebagai ketidaksukaan terhadap hubungan sosial. Menurutnya, sebagian introvert memang lebih menyukai percakapan yang lebih mendalam dan membutuhkan waktu untuk memikirkan sesuatu sebelum mengatakannya.
Hal ini juga bukan berarti orang tersebut tidak mampu bersosialisasi. Ia mungkin hanya merasa percakapan yang lebih bermakna jauh lebih nyaman dibandingkan harus terus melakukan basa-basi dengan banyak orang dalam waktu yang bersamaan.
Advertisement
4. Cenderung mencari tempat yang lebih tenang ketika suasana terlalu ramai
Coba perhatikan perilakunya ketika berada di sebuah acara. Saat ruangan semakin penuh, suara percakapan semakin keras, dan banyak aktivitas berlangsung secara bersamaan, ia mungkin memilih duduk di sudut yang lebih sepi, keluar sebentar, atau mencari tempat dengan lebih sedikit rangsangan.
Psikolog Elaine N. Aron, yang banyak meneliti sensory processing sensitivity, menjelaskan bahwa sebagian orang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rangsangan lingkungan dan sosial. Pada orang yang sangat sensitif terhadap stimulasi, suasana ramai dapat terasa lebih melelahkan karena melibatkan banyak suara, percakapan, perubahan situasi, dan informasi yang harus diproses sekaligus.
Menariknya, sensitivitas tinggi tidak selalu sama dengan introversi. Elaine Aron juga menjelaskan bahwa seseorang yang sangat sensitif dapat memiliki kepribadian ekstrovert sekalipun. Jadi, memilih tempat tenang ketika keramaian sudah terlalu melelahkan tidak otomatis berarti seseorang adalah introvert.
5. Lebih banyak mengamati daripada ikut menjadi pusat perhatian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4733310/original/081178200_1706884508-pexels-budgeron-bach-6532608.jpg)
Dalam sebuah kelompok, orang yang tidak nyaman dengan keramaian sering kali terlihat lebih banyak mendengarkan dan memperhatikan keadaan sekitar. Ia mungkin tidak banyak menyela percakapan, tetapi sebenarnya sedang mengikuti apa yang dibicarakan orang lain.
Psikolog Laurie Helgoe pernah menjelaskan bahwa introvert dapat sangat memperhatikan berbagai detail atau rangsangan yang terjadi di sekitarnya. Kecenderungan untuk memperhatikan hal-hal kecil ini dapat membuat seseorang terlihat lebih tenang dan observatif dibandingkan orang yang lebih spontan dalam lingkungan sosial.
Karena itu, sikap diam tidak selalu menunjukkan seseorang tidak tertarik. Ada kemungkinan ia memang memiliki gaya berinteraksi yang lebih reflektif. Ia mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolah informasi sebelum memberikan tanggapan.
Advertisement
6. Lebih memilih percakapan mendalam daripada berbaur dengan banyak orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342305/original/030887800_1788764565-pexels-karola-g-6135186.jpg)
Ciri lainnya adalah seseorang dapat terlihat sangat pendiam di sebuah pesta, tetapi berubah menjadi sangat komunikatif ketika menemukan orang yang memiliki minat atau topik pembicaraan yang sama.
Psikolog Christopher Peterson menjelaskan bahwa introversi tidak sama dengan rasa malu. Orang introvert dapat bersikap reflektif, memiliki kemampuan sosial, dan tetap mempunyai teman, tetapi interaksi sosial yang terlalu banyak dapat membuat mereka merasa kewalahan. Ia juga mengutip gagasan Susan Cain bahwa orang introvert cenderung lebih nyaman dengan aktivitas yang tenang dan pemikiran yang lebih mendalam.
Karena itu, jangan menilai kemampuan sosial seseorang hanya berdasarkan bagaimana ia berperilaku dalam kelompok besar. Bisa jadi ia justru sangat menikmati percakapan ketika pembicaraannya terasa bermakna dan dilakukan dalam suasana yang lebih nyaman.
7. Membutuhkan waktu sendirian setelah banyak berinteraksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834818/original/036313500_1715931417-Ilustrasi_tenang__kalem__diri_sendiri.jpg)
Setelah menghadiri acara keluarga, pesta, rapat, atau kegiatan yang melibatkan banyak orang, seseorang mungkin sengaja mengurangi aktivitas sosial untuk sementara. Ia ingin berada di kamar, membaca, menonton sesuatu, melakukan hobi, atau sekadar menikmati suasana yang tenang.
Psikolog Nicole A. Tetreault menjelaskan bahwa setiap orang memiliki pola aliran energi yang berbeda. Sebagian orang memperoleh energi dari interaksi sosial, sementara orang dengan kecenderungan introvert membutuhkan waktu sendiri untuk kembali mengisi energi. Menurutnya, memahami bagaimana seseorang melakukan recharge penting agar kebutuhan pribadi dan hubungan sosial tetap seimbang.
Hal yang perlu digarisbawahi, kebutuhan untuk menyendiri bukan berarti seseorang tidak membutuhkan hubungan dengan orang lain. Penelitian yang dibahas dalam Psychology Today juga menunjukkan bahwa tidak semua introvert selalu ingin sendirian. Yang lebih penting adalah memahami apakah waktu sendiri tersebut terasa menenangkan dan memulihkan atau justru muncul karena ketakutan terhadap orang lain.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Ciri Kepribadian Seseorang yang Tidak Nyaman Berada di Tengah Banyak Orang
1. Apakah tidak nyaman berada di tengah banyak orang berarti seseorang introvert?
Belum tentu. Rasa tidak nyaman di keramaian bisa berkaitan dengan preferensi kepribadian, tingkat sensitivitas terhadap stimulasi, pengalaman tertentu, atau kecemasan dalam situasi sosial. Introversi sendiri lebih berkaitan dengan kecenderungan menikmati lingkungan yang tidak terlalu banyak stimulasi dan kebutuhan untuk mengisi kembali energi setelah berinteraksi.
2. Apakah orang introvert tidak suka bersosialisasi?
Tidak. Orang introvert tetap dapat menikmati pertemanan, percakapan, dan berbagai kegiatan sosial. Hanya saja, sebagian orang dengan kecenderungan introvert mungkin lebih nyaman berada dalam kelompok kecil atau melakukan percakapan yang lebih mendalam daripada berinteraksi dengan banyak orang sekaligus.
3. Mengapa seseorang bisa cepat lelah setelah berada di keramaian?
Keramaian melibatkan banyak rangsangan sekaligus, seperti suara, percakapan, pergerakan orang, dan tuntutan untuk terus berinteraksi. Bagi sebagian orang, situasi tersebut terasa lebih menguras energi sehingga mereka membutuhkan waktu tenang setelahnya.
4. Apakah orang yang suka menyendiri berarti antisosial?
Tidak. Istilah antisosial dalam konteks psikologi memiliki pengertian yang jauh berbeda dari sekadar senang menyendiri atau tidak nyaman di keramaian. Seseorang dapat menikmati waktu sendiri sekaligus tetap memiliki hubungan sosial yang sehat.
5. Apa bedanya introvert dengan orang yang mengalami kecemasan sosial?
Introversi merupakan kecenderungan kepribadian, sedangkan kecemasan sosial melibatkan rasa takut atau cemas yang kuat dalam situasi sosial, terutama karena khawatir dinilai atau dipermalukan. Keduanya dapat terlihat mirip dari luar, tetapi sebenarnya merupakan hal yang berbeda.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367209/original/064423200_1791337144-Gemini_Generated_Image_b3blaxb3blaxb3bl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203309/original/0_1745925301-business-finance-employment-female-successful-entrepreneurs-concept-confident-good-looking-female-office-manager-lady-white-jacket-smiling-looking-determined-win-case-court_1258-58834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5122341/original/046714700_1738737741-portrait-young-asian-couple-enjoying-date-spending-good-time-together-love-concept.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355806/original/038383100_1790142089-01M34AR6BJAZNFH97EPJF3EABN.jpg)