Petugas Posko Pengungsi Maluku Belum Menerima Honor

Petugas di posko penanganan pengungsi Maluku mengeluh penanganan pengungsi yang saat ini tak transparan. Hingga kini mereka belum memperoleh honor atas pekerjaan yang dilakukan.

Diterbitkan 04 Februari 2003, 07:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Ambon: Petugas di posko penanganan pengungsi Maluku, yang juga anggota Perjanjian Malino Dua, mengeluh penanganan pengungsi yang tak transparan. Bahkan, mereka yang ditugaskan membantu menangani pengungsi tidak memperoleh honor atas pekerjaan yang dilakukan. Ini diungkapkan seorang mantan anggota Perjanjian Malino Dua Mahmud Reingfurwarin di Ambon, baru-baru ini.

Menurut Mahmud, penanganan pengungsi di Maluku dilakukan dengan sangat tertutup. Ia juga menilai penanganan pengungsi tak profesional dan terkesan hanya mencari keuntungan. Setiap hari, sebanyak enam anggota posko penanganan pengungsi Maluku hanya mendapat uang Rp 10 ribu.

Ketua Posko Penanganan Pengungsi Maluku Rahman Soumena mengaku tak mengetahui masalah honor anggotanya. Menurut Rahman, Surat Ketetapan mengenai pembayaran honor berada di tangan Sekertaris Wilayah Daerah Maluku, sedangkan pihaknya hanya melaksanakan tugas [baca: Pengungsi Ambon Mulai Menempati Lokasi Penampungan].(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6