Puluhan Ribu Pengungsi Ambon Tak Menerima Bantuan

Seorang petugas sosial di Pemerintahan Kota Ambon menyunat bantuan untuk para pengungsi. Ketua DPRD setempat marah dan mengadukan masalah itu ke Kejaksaan Tinggi Maluku.

Diterbitkan 02 Februari 2003, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Ambon: Kabar duka ini datang dari Ambon, Maluku. Sudah empat tahun, 25.625 dari 170.590 pengungsi di kota itu tak memperoleh bantuan dari pemerintah. Padahal, bantuan dari pemerintah pusat terus mengalir. Ketua DPRD Kota Ambon Lucky Wattimury yang datang ke lokasi pengungsian, baru-baru ini, mengatakan, bantuan tak sampai ke pengungsi karena disunat Abdul Kadir Towe, petugas sosial di lingkungan Pemkot Ambon. Ia sengaja menilap uang pengungsi untuk memperkaya diri sendiri.

Untuk menindaklanjuti temuan itu, kata Lucky Wattimury, DPRD sudah menyurati Pemkot Ambon. Dewan juga sudah mengadukan Abdul Kadir Towe ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk diperiksa. Kelakuan Abdul Kadir Towe dinilai sangat keterlaluan karena ia mengambil uang lauk pauk dan sembilan bahan pokok yang seharusnya menjadi jatah pengungsi [baca: Ribuan Pengungsi Ambon Mengeluh].

Menanggapi surat DPRD, Wali Kota Ambon Yopi Papilaya kontan bereaksi. Ia langsung menginstruksikan anak buahnya untuk kembali mendata para pengungsi. Sebab, Yopi khawatir banyak pengungsi siluman yang memanfaatkan bantuan pemerintah untuk keuntungan dirinya sendiri.(ULF/Sahlan Heluth)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6