Barometer Pekan Ini: Novanto di Ujung Tanduk

MKD menyepakati jadwal pemanggilan saksi kasus pelanggaran etika yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

Diterbitkan 05 Desember 2015, 20:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah disorot banyak pihak, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akhirnya melangkah lebih maju. Melalui voting, MKD menyepakati jadwal pemanggilan saksi kasus pelanggaran etika yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

Saksi pertama yang didengar keterangannya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, sebagai pengadu.

Sesuai laporannya terdahulu, Sudirman membenarkan adanya pertemuan antara Setya Novanto, pengusaha migas Muhammad Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Menurut Sudirman, sebagai Ketua DPR, Setya Novanto menjanjikan bantuan untuk menjamin kelangsungan bisnis Freeport di Indonesia.

Dalam kesaksiannya, Sudirman mengungkap kemarahan Presiden Joko Widodo yang namanya diduga dicatut Setya Novanto, dengan menyebut 11 persen jatah saham Freeport untuk Presiden.

Lewat perdebatan alot, sidang MKD juga sepakat memperdengarkan secara terbuka rekaman pembicaraan antara Setya Novanto, Riza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin.

Saksi kunci yang juga diperiksa MKD adalah Maroef Sjamsoeddin. Di hadapan anggota MKD, adik mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ini, menceritakan secara detail kronologi pertemuan dengan Setya Novanto dan Riza Chalid.

Menurut Maroef, pertemuan yang berlangsung di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan, 8 Juni lalu, merupakan inisiatif Setya Novanto.

Pembicaraan itu kemudian direkam Maroef menggunakan telepon selulernya. Maroef merekam pembicaraan selama satu jam 20 menit yang kemudian rekamannya diserahkan kepada Menteri ESDM Sudirman Said.

Maroef mengaku sengaja merekam pembicaraan dalam pertemuan selama lebih dari 2 jam itu karena merasa banyak kejanggalan.

Satu saksi lagi yang akan didengarkan keterangannya adalah Riza Chalid. MKD sudah mengirimkan surat panggilan, namun pengusaha itu belum memenuhi panggilan.

Sedangkan sang tokoh utama Setya Novanto, akan dipanggil MKD Senin mendatang. Namun kepastian pemanggilan kader Partai Golkar itu masih menunggu hasil pemeriksaan saksi lainnya.

Rekaman pembicaraan sudah diperdengarkan. Sejumlah keterangan penting juga sudah diungkap. Yang mengejutkan, nama Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, paling banyak disebut dalam rekaman itu.

Dalam rekaman percakapan yang menghebohkan itu, total ada 17 tokoh yang namanya disebut-sebut.

Yang mengejutkan, nama Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, yang ketika percakapan itu direkam masih menjabat Kepala Staf Kepresidenan, disebut hingga 66 kali terutama saat membahas perpanjangan kontrak PT Freeport.

Saksikan selengkapnya dalam tayangan Barometer Pekan Ini yang ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Sabtu (5/12/2015) di bawah ini.