Liputan6.com, Jakarta - OpenAI resmi mengumumkan akan menghentikan Sora, aplikasi pembuat video berbasis AI buatan mereka yang mencuri perhatian banyak pihak saat dirilis pertama kali pada akhir 2024.
Kabar Sora ditutup ini disampaikan langsung lewat unggahan di X pada Selasa sore waktu setempat, di mana perusahaan menulis, "Kita mengucapkan selamat tinggal pada Sora."
"Kepada semua yang telah berkarya dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih. Apa yang telah Anda buat dengan Sora sangat berarti, dan kami tahu berita ini mengecewakan. Kami akan segera berbagi informasi lebih lanjut, termasuk jadwal untuk aplikasi dan API serta detail tentang cara melestarikan karya Anda," sebagaimana dikutip dari cuitan Sora di X, Rabu (25/3/2026).Â
Advertisement
Hingga berita ini ditulis, OpenAI masih belum merinci kapan aplikasi dan layanan API terkait dengan Sora ini bisa diakses oleh pengguna atau developer. Perusahaan hanya mengatakan, informasi lebih detail akan dibagikan kemudian.
Keputusan OpenAI tutup Sora ini membuat banyak pihak terkejut dan mencuri perhatian, terutama bagi para pengguna yang masih memakai aplikasi pembuat video AI ini sebagai salah satu produk kreatif paling mencolok dari OpenAI.
Walau sempat menembus posisi atas di App Store Amerika Serikat usai debut, performa aplikasi ini dikabarkan semakin melambat. Data dari Appfigures yang dikutip TechCrunch menunjukkan, unduhan Sora turun 32 persen dari November ke Desember, dan kembali naik 45 persen pada Januari 2026.
Dalam pernyataan kepada Engadget, juru bicara OpenAI menjelaskan alasan utama di balik langkah ini. "Kami telah memutuskan untuk menghentikan Sora di aplikasi dan API konsumen," katanya.
Ia menambahkan, "Seiring dengan meningkatnya fokus dan permintaan komputasi, tim riset Sora terus berfokus pada penelitian simulasi dunia untuk memajukan robotika yang akan membantu orang memecahkan tugas-tugas fisik di dunia nyata."
Perubahan sejalan dengan strategi perusahaan bentukan Sam Altman belakangan ini, di mana OpenAI semakin kuat mengincar pengguna profesional dan pelanggan enterprise.
Reuters melaporkan, perusahaan sedang mengalihkan perhatian ke area dinilai lebih dekat dengan jalur profit, seperti coding tools, software untuk perusahaan, robotika, dan ambisi memimpin di bidang AGI.
Bagi pengguna, satu hal kini dinanti adalah jadwal resmi penghentian layanan Sora. OpenAI hingga saat ini hanya menyatakan akan segera membagikan informasi lebih rinci soal timeline penutupan Sora dan cara menyimpan video yang sudah dibuat pengguna.
OpenAI akan Rekrut 8.000 Karyawan pada 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
Di saat mayoritas raksasa teknologi global masih terjebak dalam tren pemutusan hubungan kerja (PHK) massal demi efisiensi, OpenAI justru mengambil langkah kontradiktif.
Perusahaan pengembang ChatGPT ini tengah bersiap melakukan ekspansi besar-besaran dengan target jumlah tenaga kerja mencapai 8.000 orang pada akhir 2026.
Langkah ambisius ini pertama kali diungkapkan melalui laporan Financial Times, dikutip Senin (23/3/2026). Jika terealisasi, OpenAI akan melipatgandakan jumlah stafnya dari posisi saat ini yang berada di angka sekitar 4.500 karyawan.
Berdasarkan laporan tersebut, rekrutmen masif ini akan mencakup berbagai departemen krusial, mulai dari pengembangan produk, teknik (engineering), riset, hingga tim penjualan.
Namun, ada satu posisi menarik yang menjadi sorotan, yaitu 'Specialists for Technical Ambassadorship'. Posisi ini dirancang khusus untuk menjembatani celah antara teknologi AI yang kompleks dengan kebutuhan praktis dunia usaha.
Para spesialis ini nantinya bertugas membantu klien korporasi dalam mengoptimalkan penggunaan alat-alat AI milik OpenAI agar lebih efektif dan terintegrasi dalam operasional bisnis mereka.
Advertisement
Persaingan Ketat dengan Anthropic
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522624/original/070613700_1772771420-gpt-5.4.jpg)
Â
Agresivitas OpenAI dalam merekrut tenaga kerja baru ini dinilai sebagai upaya untuk membendung dominasi pesaing terdekatnya, Anthropic.
Meski OpenAI merupakan pionir, data terbaru menunjukkan bahwa posisi mereka mulai terancam oleh pengembang chatbot Claude tersebut.
Menurut AI Index dari Ramp, perusahaan fintech pengelola pengeluaran korporasi, terdapat pergeseran preferensi di tingkat perusahaan.
Data menunjukkan bahwa pelaku bisnis saat ini 70 persen lebih cenderung memilih layanan Anthropic dibandingkan OpenAI saat mereka pertama kali memutuskan untuk membeli layanan kecerdasan buatan.
Ekspansi ke Sektor Publik dan Swasta
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4309628/original/096718200_1675223815-Kreator_ChatGPT_OpenAI.jpg)
Selain memperkuat internal, OpenAI juga terus memperluas jangkauan pasarnya. Pada Februari lalu, perusahaan mencatatkan pencapaian penting dengan mengamankan kontrak dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD).
Kontrak ini didapat OpenAI tak lama setelah adanya keretakan hubungan publik antara Anthropic dengan instansi federal tersebut.
Di sektor swasta, OpenAI juga dilaporkan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan ekuitas swasta papan atas. Laporan Reuters menyebutkan bahwa OpenAI berada dalam "pembicaraan tahap lanjut" dengan Brookfield Asset Management.
Kerja sama ini bertujuan untuk mengimplementasikan alat AI OpenAI ke seluruh portofolio perusahaan yang berada di bawah naungan firma manajemen aset tersebut.
Langkah ekspansi sumber daya manusia ini mempertegas posisi OpenAI bahwa mereka tidak hanya ingin menjadi pemimpin inovasi secara teknis, tetapi juga ingin memenangkan persaingan penetrasi pasar di segala lini.
 Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/419279/original/055825100_1744875499-Yus_01.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5537003/original/024096000_1774402764-OpenAI_Tutup_Sora_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/155/original/044152800_1745337825-WhatsApp_Image_2025-04-22_at_10.54.48_PM.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258488/original/003206800_1781348315-ChatGPT_Tercepat_Tembus_1_Miliar_Pengguna__Rival_OpenAI_Ini_Tumbuh_10x_Lebih_Cepat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4830830/original/090832700_1715648967-OpenAI_Luncurkan_GPT-4o_AI_Lebih_Cepat_dan_Gratis_untuk_Semua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465671/original/044373200_1686725157-20230614_112555.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203121/original/030804000_1745916207-solen-feyissa-75EbgtnrVfw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5375808/original/093355300_1759983741-Ilustrasi_ChatGPT_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7985338/original/053226700_1780822987-OpenAI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7759532/original/008407200_1780568791-OpenAI_Ungkap_Bagaimana_Mahasiswa_Pakai_ChatGPT_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)