Google Perkuat Wear OS, Fitur Peringatan Gempa Kini Tak Lagi Bergantung ke HP

Google menghadirkan pembaruan Wear OS yang memungkinkan perangkat menerima peringatan gempa bumi tanpa harus terhubung ke ponsel.

Diterbitkan 26 Februari 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Google kembali memperkuat ekosistem WearOS mereka dengan menghadirkan pembaruan penting di sektor keamanan. Hal ini terungkap dalam pembaruan Google Play Services v26.07, di mana perangkat WearOS kini dapat menerima peringatan gempa bumi langsung di jam tangan tanpa perlu terhubung ke ponsel.

Sebelumnya, fitur ini hanya muncul di jam tangan pintar jika smartwatch aktif terhubung dengan smartphone. Artinya, jika pengguna meninggalkan ponsel di rumah atau saat berolahraga, notifikasi gempa tidak akan muncul di jam tangan.

Dalam catatan pembaruan, Google menyebutkan, “dengan fitur ini, Anda kini dapat menerima peringatan gempa bumi di perangkat Wear Anda bahkan jika perangkat tersebut tidak terhubung ke ponsel.”

Google pertama kali memperkenalkan sistem Peringatan Gempa Bumi di Wear OS pada Juli 2025. Fitur ini bekerja serupa dengan sistem peringatan di ponsel Android, dengan memberikan notifikasi pada pengguna beberapa detik sebelum gempa bumi terjadi.

Melansir Ghacks.Net, Kamis (26/2/2026),  melalui pembaruan terbaru, jam tangan berbasis WearOS kini tidak lagi bergantung pada ponsel pintar terhubung untuk menampilkan peringatan tersebut. Pembaruan ini dinilai meningkatkan keamanan, terutama bagi pengguna yang kerap meninggalkan ponsel saat berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan.

Meski demikian, hingga saat ini Google belum menjelaskan apakah fitur tersebut hanya tersedia untuk jam tangan pintar dengan dukungan koneksi seluler. Untuk model yang mengandalkan Bluetooth, kemungkinan masih memerlukan koneksi ke ponsel untuk mengakses data. Namun, catatan pembaruan belum merinci hal tersebut secara spesifik.

Selain itu, belum ada keterangan resmi apakah pengguna perlu mengaktifkan fitur ini secara manual di perangkat mereka atau akan aktif otomatis setelah memperbarui ke Google Play Services v26.07.

Bagaimana Fitur Peringatan Gempa Bumi Berfungsi

Pada ponsel Android, Google menggunakan sensor bawaan untuk mendukung sistem deteksi gempa, termasuk akselerometer yang mampu mendeteksi getaran. Data getaran tersebut kemudian dikirim secara anonim ke server Google. Jika sejumlah perangkat di wilayah yang sama mendeteksi aktivitas seismik serupa, Google akan memperkirakan magnitudo serta titik pusat gempa, lalu mengirimkan peringatan kepada pengguna di area terdampak.

Fitu ini memiliki dua jenis peringatan utama:

  • Be Aware, untuk peringatan gempa ringan.
  • Take Action untuk peringatan gempa yang lebih kuat.

Peringatan “Take Action” ini akan mengabaikan pengaturan “Do Not Distrub,” meningkatkan volume secara otomatis, menampilkan layar peringatan berwarna merah, serta memutar alarm keras yang disertai panduan keselamatan.

Untuk Wear OS, penerapannya diperkirakan akan menggunakan mekanisme serupa seperti yang diterapkan pada ponsel Android.

Peluncuran Peringatan Gempa Bumi Pada Wear OS

Google Play Service v26.07 mulai diluncurkan pada 23 Februari 2026. Seperti pembaruan Play Service pada umumnya, pembaruan ini dilakukan secara bertahap sehingga kemungkinan membutuhkan waktu sebelum tersedia di seluruh perangkat yang memenuhi syarat.

Adapun detail terkait kompatibilitas perangkat, persyaratan operator, maupun batasan tertentu belum diungkapkan secara rinci dalam pengumuman tersebut.