Peran Strategis Tim IT Tentukan Keberhasilan Transformasi Digital di Indonesia

Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana organisasi mulai shifting, di mana tim IT menjadi mitra strategis dalam transformasi digital.

Diterbitkan 19 November 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Transformasi digital saat ini tidak dimungkiri semakin banyak diadopsi oleh organisasi di Indonesia, meski upaya pengoptimalannya masih beragam.

Menurut Regional Technical Head ManageEngine Indonesia, Hanief Bastian, hal itu ditandai dengan langkah sejumlah perusahaan di Tanah Air yang sudah memberi tempat lebih besar bagi tim IT untuk mendorong perkembangan bisnis.

"Yang perlu kita garis bawahi adalah bagaimana organisasi mulai shifting,  melihat tim IT tidak lagi sekadar tim pendukung semata tapi juga sebagai pusat, sebagai mitra strategis dalam transformasi digital," tuturnya dalam wawancara dengan Tekno Liputan6.com, Selasa (18/11/2025).

Hanief mengatakan, cara pandang ini penting karena kemampuan dan strategic thinking tim IT kini menjadi salah satu penentu keberhasilan transformasi digital suatu perusahaan.

Kondisi ini juga tidak lepas dari peran manajemen perusahaan yang terus memperkuat posisi tim IT sebagai pendorong inovasi. Sebab, dengan solusi IT yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

"Dengan solusi-solusi yang ditawarkan, seperti monitoring system atau sistem-sistem yang comprehensive, dan juga bisa diintegrasikan satu sama lain, akan membantu organisasi dalam melihat tim IT menjadi enabler dari inovasi dan transformasi digital," ujar Hanief lebih lanjut.

Di sisi lain, meski transformasi digital masih terus dilakukan, Hanief tak menampik, saat ini masih ada kekurangan talenta digital di Indonesia. Tantangan ini tidak hanya soal jumlah, tapi juga kemampuan tim IT untuk bekerja lebih proaktif.

 

Dua Pendekatan Penting

Untuk itu, ia menilai, perusahaan bisa melakukan dua pendekatan penting untuk mengatasi tantangan tersebut, yakni penggunaan automation untuk meringankan tugas repetitif dan pengembangan kompetensi lewat pelatihan.

"Caranya kita bisa lengkapi tim IT dengan tools yang bisa membantu mereka dalam mengerjakan tugas sehari-hari menjadi lebih efisien, lebih produktif," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, ManageEngine sebagai perusahaan global pun berusaha melakukan pendekatan lokal pada setiap pasarnya, termasuk Indonesia. Sebab, di tiap-tiap pasar itu ada perbedaan regulasi dan kebutuhan.

Hanief mengatakan, ManageEngine menyediakan model implementasi yang bisa disesuaikan, baik cloud maupun on-premise. Hal ini memungkinkan ManageEngine menjangkau beragam pengguna, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.

"Solusi kami cukup modular, jadi solusi-solusi kami bisa diterapkan pada perusahaan kecil, UMKM, startup, sampai dengan level enterprise," ucap Hanief memaparkan.

 

Digital Trust Jadi  Fondasi Transformasi Digital

Menurut Hanief, dengan solusi yang ditawarkan perusahaan, pelaku UMKM juga bisa lebih fleksibel ketika menerapkannya. Jadi, mereka bisa menyesuaikan pemakaian berdasarkan kebutuhan saat ini.

Tak hanya fleksibilitas biaya, solusi ini juga mengurangi beban pemeliharaan infrastruktur. Sebab, mereka tidak perlu menyediakan sumber daya untuk melakukan pemeliharaan, mengingat kebutuhan itu disediakan oleh vendor.

Di samping itu, ManageEngine juga menjamin digital trust bagi para penggunannya. Hal itu dilakukan dengan keamanan sistem yang mutakhir, perlindungan pengguna, ketersediaan layanan yang andal, serta kepatuhan pada regulasi.

"Digital trust merupakan fondasi dari transformasi digital, dengan memenuhi digital trust tentu pengguna akan nyaman dan aman ketika memakai layanan dari kami," ujarnya menutup perbincangan.