Riset Counterpoint: HP Rp 1 Jutaan bakal Punya Fitur AI pada 2028

Gen AI tidak hanya akan eksklusif di ponsel premium, melainkan diproyeksikan segera merambah ke segmen harga Rp 1 jutaan pada 2028.

Diterbitkan 14 November 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan generatif (Generative AI/Gen AI) di perangkat smartphone kini disebut tengah berada pada puncaknya.

Fitur AI yang paling sering digunakan konsumen adalah kamera yang kini memungkinkan penghapusan objek, perbaikan foto, hingga hasil foto malam yang jauh lebih baik berkat integrasi AI. Kedua, penggunaan asisten AI seperti Gemini atau ChatGPT.

Gen AI tidak hanya akan eksklusif di ponsel premium, melainkan diproyeksikan segera merambah ke segmen harga yang lebih terjangkau, bahkan di bawah USD 100 (Rp 1 jutaan) pada 2028.

Hal ini disampaikan oleh Research Associate Counterpoint, Ridwan Kusuma, dalam riset bertajuk 'Tren AI & Indonesia Smartphone Market Overview'.

Menurutnya, Gen AI telah menjadi fitur sehari-hari yang paling sering dimanfaatkan pengguna smartphone.

"Saat ini kita sudah berada di tahap Gen AI, bukan AI generasi sebelumnya. Perkembangan AI (di smartphone) sedang berada di puncaknya," papar Ridwan di ajang Indonesia Gadget Award 2025 yang digagas Gizmologi dan GadgetDiva, Kamis malam (13/11/2025) di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa AI sebenarnya bukan teknologi baru. Akan tetapi, skala dan kemampuannya berbeda jauh dengan era 2024 ke atas.

"Investasi AI sudah mencapai ribuan triliun rupiah secara global. Kita saat ini berada di era Gen AI, di mana model yang dilatih mampu memahami bahasa, gambar, video, serta konteks personal pengguna," ucapnya.

 

Fitur AI Kian Esensial

Merujuk pada data global yang diolah Counterpoint, penetrasi Gen AI di pasar smartphone menunjukkan pergerakan yang signifikan.

Pada 2023, Gen AI eksklusif di smartphone premium dengan Harga di atas USD 400 (Rp 6 jutaan ke atas). Lalu pada 2024–2025, mulai masuk ke segmen menengah dengan Harga di kisaran USD 200 – USD 399 (Rp 3 juta - Rp 6 jutaan).

Sementara, fitur Gen AI diproyeksikan akan sudah tersedia di smartphone dengan harga di bawah USD 100 (Rp 1 jutaan) pada 2028.

"Ekspansi Gen AI ke semua segmen harga ini dimungkinkan oleh pesatnya perkembangan ekosistem cloud AI. Cloud AI menurunkan biaya komputasi di smartphone, tapi tetap memberikan kapabilitas AI besar," kata Ridwan.

Negara Berkembang Jadi Motor Adopsi

Survei global Counterpoint juga menunjukkan bahwa konsumen menyambut baik AI karena beberapa alasan, di antaranya:

  • Meningkatkan efisiensi dan membantu pekerjaan.
  • Memperbaiki kualitas kamera.
  • Memberikan pengalaman yang lebih personal.

Menariknya, negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Thailand justru menunjukkan antusiasme paling tinggi dalam adopsi teknologi AI.

Adopsi Gen AI Dorong Pertumbuhan Pasar Indonesia

Di pasar domestik, adopsi Gen AI menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan. Ridwan menyebut, pasar smartphone Indonesia tumbuh sekitar 12% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) pada Q3 2025.

Selain adopsi Gen AI, pertumbuhan ini juga dipengaruhi oleh makin terjangkaunya smartphone 5G dan meningkatnya indeks kepercayaan konsumen.

Meskipun pasar Indonesia masih didominasi segmen harga di bawah USD 200, segmen mid-range dilaporkan mulai menunjukkan stabilitas.

Data Counterpoint juga mencatat, penetrasi smartphone 5G di Indonesia telah mencapai 35%, yang berarti satu dari tiga smartphone yang beredar sudah mendukung jaringan generasi kelima. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi pemanfaatan AI.

"Ini penting untuk AI karena cloud AI membutuhkan koneksi cepat," Ridwan memungkaskan.

Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)